Studi: Kurang Tidur pada Anak dan Remaja Beresiko Meningkatkan Hipertensi

Gaya Hidup, headline87 Dilihat

GAYA HIDUP – Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa anak-anak dan remaja yang sering mengalami kurang tidur memiliki risiko lebih tinggi terkena hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Penemuan ini dapat mengubah cara dokter berbicara dengan anak-anak dan orang tua mereka mengenai hipertensi..Studi ini menggunakan data dari anak-anak dan remaja yang terdaftar di Children’s Hospital of Philadelphia.

Analisis terhadap lebih dari 500 anak dan remaja dengan hipertensi menunjukkan adanya kaitan antara kurang tidur dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi.

Dr. Amy Kogon dari University of Pennsylvania, penulis utama studi ini, menyebutkan bahwa dokter biasanya tidak membahas pentingnya tidur yang cukup saat membicarakan hipertensi dengan orang tua.

Padahal, informasi ini sangat penting mengingat satu dari tujuh remaja berusia 12 hingga 19 tahun mengidap hipertensi, menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

“Dokter sering kali fokus pada diet dan olahraga. Ini adalah hal lain yang perlu diperhatikan oleh orang tua, terutama jika anak mereka memiliki tekanan darah tinggi,” ujar Kogon, dikutip dari laman NBC, Kamis (20/6/2024).

Faktor risiko utama hipertensi pada anak-anak dan remaja meliputi kelebihan berat badan, kurang beraktivitas fisik, dan pola makan yang buruk, menurut American Heart Association.

Mayoritas siswa sekolah menengah pertama dan menengah atas di AS kurang tidur. Menurut CDC, hampir 60 persen siswa sekolah menengah pertama dan lebih dari 70 persen siswa sekolah menengah atas tidak mendapatkan cukup tidur.

“Sebanyak sepertiga dari anak-anak sekolah dasar mendapatkan waktu tidur yang kurang dari yang direkomendasikan,” tambah Kogon.

Jumlah jam tidur yang diperlukan oleh anak-anak dan remaja bervariasi sesuai usia. American Academy of Sleep Medicine merekomendasikan 10 hingga 13 jam per malam untuk anak-anak di bawah usia 6 tahun, 9 hingga 12 jam per malam untuk anak usia 6-12 tahun, 8 hingga 10 jam per malam untuk usia 13-18 tahun, dan 7 hingga 9 jam per malam untuk usia 18 tahun ke atas.

Dr. Barry Love, Direktur Program Kateterisasi Jantung Bawaan di Mount Sinai Kravis Children’s Heart Center, menekankan pentingnya mengontrol tekanan darah sejak dini. Semakin lama seseorang menderita hipertensi, semakin tinggi risiko terkena penyakit jantung.

“Kita tahu bahwa tekanan darah tinggi berhubungan dengan risiko penyakit koroner dan stroke. Kerusakan pembuluh darah cenderung terjadi seiring waktu,” ujar Love, yang tidak terlibat dalam penelitian ini. (*)

 

Sumber: PMJ News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *