Perayaan Idul Kurban yang Sederhana

News141 Dilihat

BIREUEN – Idul  Adha, adalah hari raya umat islam  atau yang lebih dikenal dengan Idul kurban,  dalam perayaan ini seluruh umat islam yang memiliki kemampuan secara ekonomi disunatkan untuk menyembelih hewan kurban dapat berupa sapi, domba/kambing, unta, yang paling disarankan adalah hewan yang paling disayang.

Bagi yang mampu dapat menyembelih satu ekor sapi atau satu ekor domba/kambing, tetapi dapat juga menyembelih satu ekor sapi untuk bersama-sama maksimal  7 orang.

Seperti biasa malam menyambut Idul Adha  terdengar suara takbir menggema dihampir setiap Mesjid dan Meunasah di setiap  kampung  yang ada di Aceh, namun tidak semua melaksanakan  pawai takbiran seperti beberapa tahun yang tahun yang lalu.

Pagi yang cerah saya dan keluarga kecil telah bersiap-siap menuju lokasi  shalat Idul Adha di halaman Mesjid At-Taqwa Pante Gajah, yang hadir tidak  hanya dari masyarajat kecamatan Peusangan tetapi juga dari berbagai kecamatan yang ada dalam kabupaten Bireuen.

Yang menjadi khatib adalah Ustad Abdurrahman Yusuf, M.M, M.Pd dan imam Ustad Muammar Tillah merupakan putra asli gampong Pante Gajah.

Dalam inti khutbahnya menyampaikan pentingnya pendidikan anak dari orangtua terutama ayah, dialah yang memberikan contoh teladan kepada anak-anaknya, yang mengajarkan membaca alqur’an, yang mengajarkan shalat, serta sopan dan santun kepada orangtua.

Pendidikan anak jangan sepenuhnya dilepaskan atau diharapkan  kepada sekolah karena tanggungjawab yang paling utama adalah orangtuanya terutama ayah,  rumah tanggalah tempat dasar pendidikan seorang anak.

Perayaan Idul Kurban 1445 H atau  2024  masehi adalah perayaan  istimewa  bagi saya dan keluarga, sudah lima puluh tahun kesempatan yang Allah berikan untuk merayakannya, walapun tanpa kehadiran putra sulung kami  perayaan berlangsung dalam suasana yang sederhana tetapi penuh hikmah.

Alhamdulillah kamipun ikut berqurban tahunn ini. Pemotongan hewan  kurban di gampong pante gajah berjumlah ± 28 ekor sapi.

Pembagian daging kurban yang paling utama diberikan kepada pakir miskin dan anak yatim/piatu namun karena jumlah hewan kurban banyak maka seluruh kepala keluarga mendapatkan bagian.

Tahun ini jumlah hewan qurban di gampong kami sedikit berkurang dibandingkan dengan dua tahun terakhir, Tahun 2022 berkisar 46 ekor sapi.

Sapi yang dipotong untuk qurban bukan hanya milik penduduk yang menetap tetapi  juga dari anak rantau, baik yang berada di Jakarta maupun diluarnya.

Perayaan Idul Adha tahun ini tidak semeriah biasanya, hal ini kemungkinan karena faktor ekonomi masyarakat yang mulai menurun.

Jika dibandingkan dengan tahun 2023, satu hari menjelang  Idul Adha banyak masyarakat yang sibuk mempersiapkannya bahkan jalan di kota matangglumpangdua macet total, namun tahun ini pasaran lesu, daya beli masyarakat menurun, namun perayaan Idul Adha tetap berjalan seperti biasa namun penuh kesederhanaan, silaturrahmi tetap terjalin dengan baik. (*)

 

Artikel ini ditulis oleh: Chairul Bariah, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Kebangsaan Indonesia, dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Bireuen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *