JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, menyatakan keyakinannya bahwa ketertarikan pelaku industri jasa keuangan untuk bergabung dalam ekosistem bank emas dan bisnis bulion akan semakin meningkat di masa depan.
Saat ini, baru dua lembaga jasa keuangan yang telah memperoleh izin usaha bulion dari OJK, yaitu PT Pegadaian sejak 23 Desember 2024 dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) sejak 12 Februari 2025.
“Saya yakin minat terhadap sektor ini akan terus bertambah, karena di tingkat global, banyak institusi keuangan yang juga memiliki layanan bulion atau bank emas,” ujar Mahendra Siregar usai meresmikan bank emas Pegadaian dan BSI di Jakarta, Rabu.
Mahendra menambahkan bahwa pembentukan usaha bulion atau bank emas merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Langkah ini bertujuan untuk memperdalam industri jasa keuangan serta memperluas pilihan produk keuangan bagi masyarakat.
Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan inklusi keuangan, memperkuat likuiditas lembaga jasa keuangan, serta mendorong pertumbuhan sektor riil, khususnya industri emas dari hulu hingga hilir.
“Kehadiran usaha bulion memberikan manfaat langsung bagi perekonomian, baik dari sisi pertumbuhan ekonomi maupun dampak turunan bagi sektor jasa keuangan serta industri terkait lainnya,” jelas Mahendra.
Ia menegaskan bahwa OJK membuka peluang bagi semua pelaku jasa keuangan yang ingin bergabung dalam ekosistem bulion nasional, selama mereka memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Selain itu, OJK akan mendukung institusi yang telah mendapatkan izin usaha bulion agar dapat memperluas cakupan kegiatan mereka.
Saat ini, izin usaha bulion yang diberikan OJK mencakup lima kategori, yaitu penyimpanan emas, pembiayaan emas, perdagangan emas, penitipan emas, serta kegiatan lain yang berhubungan dengan sektor keuangan.
“Kami berharap bahwa ke depannya, minat dari pelaku jasa keuangan akan semakin meningkat, baik dari dalam negeri maupun industri terkait lainnya,” tambah Mahendra.
Dalam acara yang sama, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung hilirisasi industri emas yang sejalan dengan program Astacita.
“Dengan mengucapkan ‘Bismillahirrahmanirrahim’, pada siang hari ini, Rabu, 26 Februari 2025, saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, secara resmi meresmikan Layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia,” ujar Presiden Prabowo dalam peresmian di Gade Tower, Jakarta. (*)
Sumber: Antaranews.com
