Jokowi Minta Perbedaan Pandangan Politik Pada Pemilu 2024 Sampai Memicu Pertengkaran

headline, Politik396 Dilihat

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai beda pilihan saat pelaksanaan Pemilu 2024 merupakan hal wajar. Namun, dia berharap pesta demokrasi rakyat Indonesia ini akan berjalan penuh kedamaian.

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri acara syukuran Harlah ke-25 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (23/7/2023).

“Dalam demokrasi yang namanya beda pilihan itu wajar. Jangan bertengkar, jangan saling menjelekkan, jangan berkepanjangan. Setelah berkompetisi bersatu kembali,” ungkap Jokowi dalam pidatonya.

Jokowi menjelaskan, para ketua umum partai politik dan calon presiden 2024 kerap bersama-sama untuk sekadar makan dan ngopi bareng. Karenanya, dia juga meminta masyarakat menghindari pertengkaran usai pemilu.

“Wong yang di atas atas aja, ketua-ketua partai itu sering makan-makan bareng, capres-capres itu ngopi bareng. Lah kok yang di bawah saling bertengkar dan berkepanjangan, kanggi nopo (buat apa)? Kita ini satu sodara, sebangsa dan setanah air Indonesia,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga mengingatkan agar Pemilu 2024 tidak dinodai dengan ujaran kebencian hingga fitnah. Dia juga berpesan agar masyarakat berbahagia saat pesta demokrasi berlangsung.

“Sudah sering kita dengar pemilu itu pesta demokrasi, pemilu itu pesta demokrasi, yang namanya pesta harusnya rakyat itu bersenang, ya ndak? Tidak boleh ada ketakutan-ketakutan, tidak boleh ada pertengkaran-pertengkaran,” tukasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *