ACEH TENGAH – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) mengadakan kegiatan Training Leadership dan Darul Arqam Dasar (DAD) IMM Angkatan II.
Acara ini diikuti oleh 40 mahasiswa dari empat program studi, yakni Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Pendidikan Jasmani (Penjas), Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Ekonomi.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 10 hingga 12 Desember 2024, di Aula Lantai II Kampus FIP UMMAH, Takengon, Aceh Tengah.
Dalam laporan panitia yang disampaikan oleh Leni Ermila, SH, selaku staf bidang kemahasiswaan FIP UMMAH, disebutkan bahwa Training Leadership dan DAD IMM merupakan agenda tahunan yang rutin diadakan.
“Program ini merupakan bagian dari sistem perkaderan berjenjang di FIP UMMAH. Pada angkatan kedua ini, peserta berasal dari empat program studi di bawah naungan Fakultas Ilmu Pendidikan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (LSIK) serta bidang kemahasiswaan, bekerja sama dengan organisasi IMM,” ungkap Leni.
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Zainal Abidin, S.Pd., M.Pd., mengajak mahasiswa untuk aktif berorganisasi sebagai bagian dari pengembangan diri.
“Selain mengikuti perkuliahan, mahasiswa juga perlu membangun soft skills seperti keberanian, kemampuan berbicara di depan umum, negosiasi, serta bersosialisasi dalam lingkup yang lebih luas. Dengan berorganisasi, mahasiswa UMMAH dapat lebih dikenal di masyarakat,” jelasnya.
Ketua Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (LSIK), Linda Handayani, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, program ini mencerminkan penerapan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di kampus.
“Kegiatan ini adalah wujud nyata implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah – ‘Aisyiyah,” ujar Linda, yang juga merupakan dosen Prodi PPKN.
Taufik Riswan, SH., SKM., selaku Koordinator Bidang Kemahasiswaan sekaligus perwakilan dari Rektor UMMAH, menekankan empat poin utama dalam pelaksanaan perkaderan ini.
“Pertama, pemahaman Al-Islam dan ideologi Kemuhammadiyahan. Kedua, pembinaan kepemimpinan dan manajemen organisasi. Ketiga, pewarisan tradisi intelektual dan keilmuan. Keempat, pengembangan sumber daya manusia sebagai kader persyarikatan, umat, dan bangsa,” papar Taufik. (*)












