Tim Monev UNIKI kunjungi Desa Lokasi  KKM, Ini Tujuannya

Daerah, headline308 Dilihat

BIREUEN – Untuk mendapatkan potret atau gambaran umum tentang kondisi dilapangan/ desa tempat pelaksnaaan KKM  Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), diperlukan peran serta dari tim monitoring dan evaluasi (Monev) yang telah ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Rektor  Nomor : 597/UNIKI/VII/2023 tangal 28 juli 2023.

Pembagian wilayah monev telah diatur dalam SK tersebut, salah satu kecamatan yang menjadi tanggungjawab Chairul Bariah adalah Kecamatan Peusangan Selatan dengan 4 desa/gampong yaitu Me Rayeuk dan Blang Mane, dengan DPL T. Irfan, Paya Crot dan Pulo Harapan DPL Rista, Tim monev datang bersama  pendukung dokumentasi.

Pelaksanaan monev telah diatur mulai tanggal 11 Agustus 2023  sampai sebelum berakhirnya kegiatan KKM, untuk tim chairul memilih pada hari sabtu, 12 Agutus  2023.

Hasil temuan dilapangan hampir semua desa menurut pengakuan pak keuchik yang sangat mereka butuhkan adalah tenaga bidang pertanian dan peternakan, karena pada umumnya pada 4 desa tersebut pekerjaan penduduknya adalah petani dan peternak kambing dan lembu.

Mengingat terbatasnya jumlah mahasiwa fakultas Sain pertanian dan peternakan Uniki tidak semua desa ada mahasiswa pertanian. Kegiatan KKM UNIKI tahun ini dengan tema pemberdayaan masyarakat gampong yang berkelanjutan.

Harapannya adalah kegiatan tahun ini akan terus dilanjutkan ditahun depan, sebagaimana harapan dari tokoh masyarakat setempat. Tahun 2023 mahasiswa mampun membuat kemasan produk dari masyarakat harapnya tahun dilanjutkan dengan pengurusan hak paten, kemudian pengolahan dari tradisional ke modern.

Perbedaan kegiatan tahun lalu dengan saat ini adalah UNIKI telah menjalin kerjasama (MoA) dengan  semua desa lokasi KKM hal ini memudahkan keberlajutan program yang dicanangkan.

Tujuan Monev untuk melihat secara langsung kegiatan mahasiswa dilapangan, kesesuaik program kerja dan kondisi lapangan juga menjadi perhatian dan perlu rekomendasi keberlanjutan pada tahun sebelumnya.

Mahasiswa juga diharpkan mampu memberikan pendampingan pemahaman bahaya radikalisme idiologi, nilai-nilai luhur bangsa yang bernuasa islami dan mencintai serta melestarikan budaya Aceh. Disamping itu juga diharapkan mampu membuat penelitian apa yang terjadi dilapangan untuk mencari solusi terbaik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *