YAMAN – Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) baru-baru ini mengeluarkan peringatan kepada kapal-kapal yang beroperasi di Laut Merah akibat situasi yang semakin tegang.
Dalam dua insiden terpisah pada Selasa (13/8/2024), kapal-kapal mengalami ledakan.
Ledakan pertama terjadi pada sebuah kapal yang berlokasi 63 mil laut (116 km) barat daya kota pelabuhan Hodeidah, Yaman, sementara ledakan kedua terjadi pada kapal lain yang berada 97 mil laut dari Hodeidah.
Menurut UKMTO yang dikutip oleh Al-Jazeera, “Baik awak kapal maupun kapal itu sendiri tidak mengalami cedera akibat ledakan.” Mereka menambahkan bahwa kapal-kapal tersebut melanjutkan perjalanan ke pelabuhan tujuan berikutnya.
Serangan-serangan ini diduga dilakukan oleh kelompok Houthi di Yaman, yang sebelumnya telah mengganggu pengiriman di Laut Merah dan Teluk Aden selama beberapa bulan terakhir.
Kelompok tersebut dikabarkan menargetkan kapal-kapal yang mereka klaim memiliki hubungan dengan Israel.
Menurut Reuters dan Associated Press (AP), serangan ini merupakan yang pertama sejak 3 Agustus lalu, ketika sebuah kapal terkena serangan rudal.
Kelompok Houthi diduga sedang mempertimbangkan kemungkinan balasan terhadap Israel menyusul pembunuhan pejabat Hamas Ismail Haniyeh pada Juli lalu.
Houthi sebelumnya mengklaim serangan terhadap kapal-kapal sebagai bentuk protes terhadap serangan Israel di Jalur Gaza.
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) mempercepat pengiriman kekuatan militernya ke Timur Tengah. Kapal selam berpeluru kendali USS Georgia dan kelompok penyerang kapal induk USS Abraham Lincoln akan tiba di kawasan tersebut.
Menurut data Al-Arabiya, kelompok Houthi telah menargetkan lebih dari 70 kapal dengan rudal dan pesawat nirawak, menyebabkan kematian empat pelaut sejak September lalu.
Akibat serangan Houthi, biaya logistik menjadi lebih tinggi karena kapal-kapal harus memutar ke Ujung Harapan Afrika dan tidak bisa melalui Terusan Suez yang lebih pendek. ***
Sumber: CNBC Indonesia
