Satgas TMMD ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan Bangun Rumah Layak Huni; Barlian dan Salami Tak Kuasa Menahan Haru

ACEH SELATAN – Haru bercampur bahagia dirasakan Barlian dan Salami warga Kemum Hilir Kecamatan Labuhanhaji Timur, Aceh Selatan saat melihat tempat tinggal mereka yang dulu reyot kini berubah total melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan.

Keduanya tampak terpaku memandangi rumah yang kini berdiri kokoh. Setiap sudut bangunan seperti mengingatkan mereka pada kondisi rumah sebelumnya yang jauh dari kata nyaman. Tak banyak kata yang mampu mereka ucapkan. Rasa haru dan syukur justru terlihat jelas dari wajah keduanya.

Bahkan, Barlian dan Salami tidak henti-hentinya menyampaikan rasa terima kasih kepada Satgas TMMD dan seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan rumah layak bagi mereka.

Bagi keduanya, rumah tersebut bukan sekadar bangunan baru. Rumah itu menjadi tempat untuk kembali menata kehidupan bersama keluarga dengan rasa aman, nyaman dan penuh harapan. Kebahagiaan Barlian dan Salami semakin lengkap ketika melihat halaman rumah yang juga ditata untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

Di sekitar rumah, Satgas TMMD menyiapkan kandang ayam, kolam ikan serta puluhan polybag yang ditanami berbagai jenis palawija. Sedikitnya 30 ekor ayam, sekitar 300 ekor ikan lele dan puluhan polybag palawija kini menjadi bagian dari lingkungan rumah tersebut.

Dengan demikian, program TMMD ke-129 tidak hanya menghadirkan rumah yang layak huni, tetapi juga mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan bagi keluarga. Rumah dibangun, halaman diberdayakan, dan harapan baru mulai tumbuh.

Sementara itu, Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan menegaskan bahwa TMMD merupakan kegiatan terpadu lintas sektoral yang menjadi wujud kolaborasi TNI bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“TMMD tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi bagaimana kehadiran TNI bersama pemerintah dapat memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, pembangunan rumah juga kita dorong dengan ketahanan pangan agar warga memiliki ruang untuk mengembangkan sumber pangan secara mandiri,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan rumah tidak berhenti pada berdirinya bangunan fisik. Dukungan terhadap ketahanan pangan menjadi bagian penting agar manfaat program dapat terus dirasakan masyarakat setelah pelaksanaan TMMD berakhir.

“Harapannya, rumah ini tidak hanya menjadi tempat tinggal yang layak, tetapi juga menjadi awal tumbuhnya kehidupan yang lebih baik, mandiri dan sejahtera bagi keluarga penerima,” katanya.

Kisah Barlian dan Salami menjadi gambaran sederhana bagaimana TMMD hadir lebih dekat dengan masyarakat. Dari rumah yang dulu reyot, kini berdiri hunian yang lebih kokoh. Dari halaman yang sebelumnya biasa saja, kini tumbuh ayam, ikan dan tanaman pangan.

TMMD bukan hanya membangun rumah. TMMD membangun harapan, menumbuhkan kemandirian, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik dari desa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *