Prabowo Puas Kabinetnya Oke, Hensa: Kepuasan Publik Justru Menurun

JURNALACEH.COM – Presiden Prabowo Subianto dinilai memiliki hak untuk mengapresiasi dan membanggakan kinerja kabinet yang dipimpinnya sendiri.

Pengamat politik Hendri Satrio alias Hensa mengatakan, hal tersebut merupakan hal yang wajar karena Prabowo merupakan presiden sekaligus pemegang kendali pemerintahan.

Pernyataan itu disampaikan Hensa merespons sikap Prabowo yang memberikan rapor “oke” terhadap kinerja kabinetnya menjelang dua tahun pemerintahan.

“Ya boleh saja, kan Pak Prabowo itu Presidennya. Dia yang pegang kendali di pemerintahan dan wajar kalau dia mengapresiasi kinerja kabinetnya sendiri, ya kan?” kata Hensa kepada wartawan, Senin (10/8/2026).

Kepuasan Publik Menurun

Meski Prabowo dinilai percaya diri terhadap capaian pemerintahannya, Hensa menyoroti tren kepuasan publik yang disebut sedang mengalami penurunan.

Menurut dia, sejumlah hasil survei yang telah dirilis seharusnya menjadi alarm bagi Prabowo dan pemerintahannya untuk mengevaluasi kinerja kabinet secara lebih objektif.

“Kalau saya lihat, tren kepuasan publik terhadap pemerintah itu justru sedang menurun tajam, sementara persentase ketidakpuasan di akar rumput merangkak naik. Jadi ini menurut saya justru alarm bagi pemerintahan sekarang,” ujar Hensa.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu juga mengingatkan Prabowo agar mewaspadai budaya “Asal Bapak Senang” (ABS) di lingkungan Istana.

Hensa menilai Presiden perlu melakukan pengecekan langsung terhadap laporan para menteri dan membandingkannya dengan kondisi yang dirasakan masyarakat.

“Maka dari itu, kalau saya melihat Pak Prabowo perlu lebih rinci dalam mengecek laporan-laporan dari para menteri. Jangan sampai angka-angka makro yang diklaim berhasil di atas kertas justru berbeda dengan realitas daya beli dan kondisi ekonomi masyarakat di bawah,” kata Hensa.

Pujian Elite Koalisi

Hensa juga menanggapi pujian dari sejumlah elite partai koalisi terkait capaian pemerintahan Prabowo, termasuk peningkatan pendapatan Danantara dan kemampuan pemerintah mempertahankan harga BBM bersubsidi.

Menurut dia, pujian dari elite koalisi merupakan hal yang wajar karena mereka merupakan bagian dari pemerintahan.

“Kalau elite koalisi memuji, itu hal yang wajar kan dia bagian dari pemerintah. Namun, legitimasi kesuksesan pemerintahan yang sesungguhnya tidak diukur dari apresiasi elite politik, melainkan dari tingkat kepuasan rakyat,” tegasnya.

Hensa mengatakan, tantangan utama pemerintahan Prabowo saat ini adalah merespons aspirasi masyarakat yang belum merasa puas terhadap kinerja pemerintah.

“Intinya, sah-sah saja Pak Prabowo merasa kinerja kabinetnya sudah memuaskan. Tapi ujian sebenarnya kepemimpinan Pak Prabowo bukan seberapa bagus presentasi di atas podium, melainkan seberapa cepat beliau sadar dan membereskan keluhan dari jutaan rakyat yang saat ini mulai berteriak tidak puas,” pungkas Hensa.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *