Satgas TMMD ke-129 Aceh Selatan Rampungkan Pembukaan Jalan, Progres Capai 78 Persen

ACEH SELATAN – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan terus mencatat kemajuan. Hingga Rabu (5/8/2026), progres pembukaan badan jalan telah mencapai 78 persen.

Seiring rampungnya pembangunan pondasi pada dua sisi depan dan belakang jembatan box yang menjadi salah satu infrastruktur penting dalam mendukung akses jalan baru di Desa Kemumu Sebrang Kecamatan Labuhanhaji Timur.

Rampungnya pondasi tersebut menjadi penanda bahwa pekerjaan konstruksi kini memasuki tahap berikutnya, yakni pengecoran jembatan box. Penyelesaian infrastruktur itu diharapkan mampu memperkuat konektivitas antardesa sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.

Komandan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., mengatakan seluruh sasaran fisik terus dikerjakan secara bertahap dengan mengutamakan kualitas konstruksi dan target penyelesaian tepat waktu.

“Alhamdulillah, pondasi penyangga jembatan box pada dua sisi telah selesai dikerjakan. Saat ini kami bersiap memasuki tahap pengecoran. Setiap tahapan kami laksanakan sesuai standar teknis agar hasil pembangunan benar-benar kokoh dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” kata Andrino.

Ia menambahkan, progres pembukaan badan jalan saat ini telah mencapai 78 persen. Capaian tersebut menunjukkan kerja keras Satgas TMMD bersama masyarakat yang terus bergotong royong mempercepat penyelesaian seluruh sasaran fisik.

“Progres pembukaan badan jalan sudah mencapai 78 persen. Kami optimistis seluruh target TMMD dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses transportasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” ujarnya.

Melalui sinergi antara prajurit TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, Program TMMD ke-129 terus menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar warga. Kehadiran jalan baru dan jembatan box tersebut diharapkan membuka keterisolasian wilayah serta mempercepat pemerataan pembangunan di pedesaan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *