Reses di Kuala Makmur, Ir. Iskandar Tawarkan Program Pemberdayaan dan Pembangunan Berkelanjutan

SIMEULUE – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Ir. Iskandar, melaksanakan reses di Desa Kuala Makmur, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, pada Jumat (28/02/2025).

Dalam kunjungan ini, putra asli Simeulue tersebut menyampaikan komitmennya untuk membangun desa melalui program-program berbasis kebutuhan masyarakat yang didanai dari aspirasi DPR Aceh.

“Saya ingin menawarkan program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Kuala Makmur. Program ini harus mandiri dan berkelanjutan, bukan sekadar bantuan instan yang sifatnya sementara,” ujar Ir. Iskandar.

Dalam kesempatan itu, Ir. Iskandar juga mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan hidupnya yang kini mengantarkannya sebagai wakil rakyat.

“Saya sendiri tidak menyangka bisa menjadi anggota DPRA. Ini semua adalah skenario dari Allah SWT. Oleh karena itu, saya ingin mengabdi dengan sepenuh hati untuk masyarakat,” katanya.

Salah satu program unggulan yang ditawarkan oleh Ir. Iskandar kepada masyarakat Kuala Makmur adalah pembuatan garam.

Ia mencontohkan keberhasilan pengolahan garam Daraba di Desa Kuta Batu Simeulue Timur, yang telah berjalan.

“Jika masyarakat Kuala Makmur ingin mengembangkan produksi garam, saya siap membantu. Bentuk kelompok tani atau usaha, maka saya akan menyediakan mesin dan peralatan yang dibutuhkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kebutuhan garam di Desa Kuala Makmur mencapai 300 kg per bulan, sehingga jika usaha ini dikembangkan, akan memberikan manfaat ekonomi yang besar.

“Garam ini tidak hanya untuk kebutuhan dapur, tapi juga bisa digunakan sebagai pupuk dan bahan pengawet ikan,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Ir. Iskandar juga berencana mengalokasikan dana pada tahun 2026 untuk membangun cool storage (ruang brpendingin dengan suhu ruangan yang dapat dikendalikan) berkapasitas 6 ton guna mendukung pengolahan hasil laut dan pertanian masyarakat.

Dalam reses tersebut, Ir. Iskandar juga berpesan kepada masyarakat Kuala Makmur agar selalu menjaga kekompakan dan taat kepada pimpinan desa.

“Saya minta kepada masyarakat untuk tidak saling sikut menyikut. Harus kompak dan mendukung pembangunan desa agar maju bersama,” katanya.

Ia juga mengibaratkan perannya sebagai “center” atau pusat koordinasi bagi masyarakat Simeulue, khususnya Kuala Makmur.

“Saya di sini untuk menjadi penghubung dan memperjuangkan aspirasi bapak-ibu sekalian di DPRA. Jika masyarakat setuju dengan program garam ini, saya yang akan membantu pemasaran dan peralatan produksinya,” tegasnya.

Menutup pertemuan, Ir. Iskandar juga menyinggung soal galian C di Desa Kuala Makmur, menegaskan bahwa tugasnya sebagai anggota DPRA mencakup tiga fungsi utama, yakni legislasi, penganggaran (budgeting), dan pengawasan.

Ia memastikan akan selalu mendukung kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat Simeulue secara umum.

“Saya siap mengawal setiap program yang dapat membawa manfaat bagi masyarakat. Jika ada hal yang ingin disampaikan, silakan melalui perangkat desa agar bisa kami perjuangkan bersama,” tutupnya.

Reses ini menjadi langkah konkret Ir. Iskandar dalam memastikan bahwa setiap program yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga pembangunan di Desa Kuala Makmur dapat berjalan secara berkelanjutan dan berdampak positif bagi kesejahteraan warga. (R/CR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *