BANDA ACEH – Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Aceh menyelenggarakan kegiatan Tabligh Akbar dengan tema: “Perjuangan Nabi Muhammad SAW: Teladan dan Inspirasi bagi Perempuan, Anak, dan Masyarakat”.
Acara berlangsung pada Sabtu, 18 Oktober 2025 / 26 Rabiul Akhir 1447 H bertempat di halaman TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal, Jl. A. Majid Ibrahim I, Merduati, Banda Aceh, mulai pukul 09.30 WIB hingga selesai.
Acara ini menghadirkan narasumber utama Ustaz H. Abrar Zym, S.Ag., M.H., yang merupakan Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Barat sekaligus Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh. Acara diawali dengan penampilan murid-murid TK ABA Merduati membawakan lagu “Rahmatan lil ‘alamin”.
Dilanjutkan laporan Ketua Panitia, Ibu Maryana, yang menyampaikan bahwa kegiatan Tabligh Akbar ini merupakan agenda tahunan yang diamanahkan oleh Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (PP ‘Aisyiyah) kepada seluruh pimpinan wilayah dan daerah di Indonesia.
“Tahun lalu kita mengadakan Tabligh Akbar Semarak Muharram, dan tahun ini kita sambut Tabligh Akbar menghidupkan Sirah dan Perjuangan Nabi Muhammad SAW sebagai usawatun hasanah dan rahmatan lil ‘alamin,” ujar Maryana.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan diikuti sekitar 120 peserta, yang terdiri dari unsur Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Banda Aceh dan Aceh Besar, organisasi otonom (Ortom) seperti Nashiatul ‘Aisyiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, serta para guru dari lingkungan TK ABA.
Ustad Abrar menyampaikan tausiyah penuh makna tentang bagaimana perjuangan Nabi Muhammad SAW menjadi teladan sempurna dalam membina masyarakat madani yang berkeadilan dan berkeadaban.
Dalam ceramahnya, Ustaz Abrar menekankan pentingnya meneladani Rasulullah, khususnya dalam mengangkat dan memuliakan derajat perempuan, berkasih sayang dan mendidik anak-anak sebagai pilar utama dalam keluarga dan masyarakat.
Dalam Islam, perempuan memiliki kedudukan yang sangat mulia dan peran yang penting dalam kehidupan. Sebagai anak, perempuan mendapat perhatian khusus; Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang membesarkan anak perempuan dengan baik, maka baginya surga.
Ini menunjukkan bahwa sejak kecil, perempuan sudah dimuliakan. Sebagai istri, perempuan adalah sahabat hidup yang setara, pendamping dalam suka dan duka.
Nabi Muhammad SAW mencontohkan hubungan suami istri yang penuh cinta, hormat, dan kelembutan, sebagaimana dalam kehidupannya bersama Khadijah dan Aisyah serta para ummahutul mukminin.
Sebagai ibu, perempuan mendapat tempat paling tinggi. Rasulullah SAW menyatakan bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibu, dan ketika ditanya kepada siapa seseorang harus berbakti pertama kali, Nabi menjawab, “Ibumu” sebanyak tiga kali sebelum menyebut “ayahmu.”
Ustad Abrar mengajak para jamaah untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai sosok teladan pembela hak-hak perempuan. Di masa jahiliyah, perempuan diperlakukan tidak adil dan bahkan dikubur hidup-hidup.
Namun melalui ajaran Islam, Nabi menghapus praktik tersebut dan mengangkat martabat perempuan sebagai manusia yang utuh, berhak atas pendidikan, perlindungan, dan partisipasi sosial. Rasulullah adalah teladan dalam memuliakan perempuan dengan kasih sayang, keadilan, dan penghormatan.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Fajriah Bakri, S.Ag, staf dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh yang memberikan apresiasi atas peran aktif ‘Aisyiyah dalam mencerdaskan kehidupan umat, terutama dalam bidang dakwah yang ramah keluarga dan berbasis komunitas.
Dengan semangat Tabligh Akbar ini menjadi sarana mempererat ukhuwah, menambah wawasan keislaman, serta menguatkan peran strategis perempuan dalam meneruskan perjuangan Nabi Muhammad SAW melalui gerakan pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan yang telah lama menjadi napas perjuangan ‘Aisyiyah di Aceh. (*)
