Kasdam IM Pimpin Upacara HUT Ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2023

Daerah, headline433 Dilihat

BANDA ACEH – Kepala Staf Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kasdam IM) Brigjen TNI Hadi Basuki, S.Sos., M.M., M.Tr. (Han)., memimpin Upacara memperingati HUT Ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2023 di Lapangan Blang Padang Kota Banda Aceh, Kamis (17/08/23).

Dihadapan para peserta Upacara Kasdam IM membacakan amanat dari Panglima TNI Laksamana TNI H. Yudo Margono, S.E., M.M., C.S.F.A, yang mengajak para peserta Upacara untuk senantiasa untuk bersama-sama mempersembahkan Puji dan Syukur ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa.

Karena atas segala limpahan Rahmat dan Karunia-Nya, pada hari ini tanggal 17 Agustus 2023 kita dapat mengikuti upacara “Hari Ulang Tahun Ke-78 Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia”, secara khidmat dan dalam keadaan sehat wal’afiat.

Panglima TNI menyampaikan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan seperti ini, pada hakekatnya merupakan bentuk penghormatan sekaligus penghargaan kita kepada para pejuang, pendiri Republik ini, para pahlawan sejati, yang telah memberikan segala-galanya melampaui dari apa yang seharusnya diberikan.

“Oleh sebab itu, sebagai generasi penerus, wujud penghormatan dan penghargaan yang paling mulia, yang harus kita berikan adalah mewarisi tradisi dan nilai-nilai kejuangan serta melanjutkannya untuk mengisi kemerdekaan”. Ujarnya.

Laksamana TNI H. Yudo Margono menambahkan bahwa setelah 78 tahun Indonesia Merdeka, kini menjadi tugas kita semua untuk mengisi kemerdekaan. TNI harus menjadi perekat kemajemukan bangsa, karena TNI merupakan Garda Terdepan dalam menjaga Kerukunan, Toleransi dan Kebhinekaan, sehingga bangsa Indonesia tetap menjadi bangsa yang utuh, kuat dan tangguh.

“Sebelum kita mampu merekatkan kemajemukan, maka soliditas dan sinergitas di antara kita harus terwujud terlebih dahulu. Ingat, pada era globalisasi seperti sekarang perkembangan lingkungan strategis memiliki dampak yang signifikan terhadap suatu negara, termasuk negara kita. Pengalaman membuktikan bahwa dengan soliditas dan sinergitas yang kuat, maka setiap potensi terjadinya gangguan keamanan lebih mudah untuk dideteksi dan diantisipasi bersama-sama”. Ungkap Panglima TNI.

Orang nomor satu di TNI ini juga berpesan bahwa bersamaan dengan tugas kita ke depan yang semakin komplek dan dinamis, kita juga harus berjuang dalam menata dan menegakkan sistem hukum yang adil. Kita harus ingat, bahwa semua warga negara berkedudukan sama di depan hukum dan berhak mendapatkan keadilan.

Lebih lanjut Panglima menyampaikan bahwa semua pelanggaran hukum yang dilakukan oleh prajurit TNI akan dilanjutkan sesuai prosedur hukum yang berlaku, oleh karena itu setiap prajurit TNI agar bersikap profesional, tangguh, bermoral, berdedikasi, dan mempunyai loyalitas tinggi dengan mental Sapta Marga.

Panglima TNI juga mengingatkan kepada peserta Upacara berkaitan di tahun 2023 yang merupakan tahun politik menuju Pemilu 2024, TNI tetap harus netral. Netralitas TNI juga merupakan wujud nyata, bahwa TNI tidak ingin kembali ke politik, TNI secara tegas tidak masuk ke ranah politik praktis.

“Begitu juga dengan marak dan semakin tingginya penggunaan media sosial, maka tak henti-hentinya saya mengingatkan kembali kepada segenap prajurit dan PNS TNI sekalian, bahwa kita masih harus tetap hati-hati dan cermat terhadap penggunaan media sosial, bijaklah dalam menggunakan Medsos, ingat ”Jarimu adalah Nasibmu”. Imbuhnya.

Panglima TNI melanjutkan bahwa TNI sebagai Garda Terdepan dan Sekaligus Sebagai Benteng Terakhir Bangsa, akan dituntut menjunjung tinggi komitmen untuk selalu membela kepentingan dan hak masyarakat luas, termasuk dalam menyikapi fenomena yang terjadi.

“Untuk itu, saya perintahkan kepada seluruh unsur pimpinan Satker di jajaran TNI untuk senantiasa mampu membaca situasi, berikut segala kecenderungan perkembangannya, sehingga kita dapat meningkatkan pemikiran prediktif, langkah antisipatif dan upaya konstruktif, deteksi dini, cegah dini sehingga mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara”. Pesannya.

“Amalkan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, Delapan Wajib TNI”, sebagai komitmen moral prajurit dalam membantu meringankan kesulitan masyarakat di sekelilingnya. Demikian juga para PNS, amalkan dengan sungguh-sungguh “Panca Prasetya Korpri”. Jadilah prajurit atau PNS yang patriotik, kehadiran kalian adalah bagian penting bagi eksistensi NKRI”.

Laksamana TNI H. Yudo Margono juga mengajak untuk menjadikan Peringatan Kemerdekaan Indonesia ini menjadi tonggak baru untuk membangun komitmen yang lebih segar dengan memupuk karakter dan nilai-nilai luhur bangsa. Sebab apapun peran dan tugas yang prajurit serta PNS jajaran TNI lakukan, kita berada dalam satu kesatuan dan komando TNI.

Mengakhiri amanatnya Panglima TNI menyampaikan rasa hormat dan bangga kepada seluruh prajurit dan segenap PNS TNI, dimanapun saat ini berada dan bertugas, atas semangat, dedikasi, loyalitas dan militansi yang telah ditunjukkan selama ini.

Semangat, dedikasi, loyalitas dan militansi yang para prajurit dan PNS TNI sekalian tunjukkan selama ini, sungguh telah mengantar kembali institusi TNI pada peringkat terbaik di jajaran lembaga negara sebagai institusi yang paling dipercaya oleh rakyat.

Upacara yang berlangsung dengan Khidmat tersebut dihadiri oleh Irdam IM, Para PJU Kodam IM, Kabalakdam IM serta Para Prajurit dan PNS Garnizun Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. (Rill/CR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *