Rapai Geleng, Kesenian Aceh yang Menggema di PKA ke 8

Daerah, headline119 Dilihat

BANDA ACEH – Suara rapai yang menghentak-hentak menggema di Taman Sulthanah Safiatuddin Banda Aceh. Ribuan penonton terpukau menyaksikan penampilan Rapai Geleng, salah satu kesenian tradisional Aceh yang berasal dari Manggeng, Aceh Barat Daya (Abdya).

Penampilan Rapai Geleng ini merupakan salah satu rangkaian acara di Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke VIII yang digelar selama sembilan hari, mulai 4-12 November 2023. PKA adalah ajang bergengsi yang digelar empat tahun sekali dan menampilkan berbagai macam ragam kesenian, sejarah, budaya dan adat istiadat Aceh dari 23 kabupaten/kota se-Aceh.

Salah satu sanggar yang tampil memukau di panggung utama PKA adalah Sanggar Rapai Rincong Meubisa yang bernaung di Banda Aceh. Sanggar ini beranggotakan para mahasiswa asal Abdya yang sedang menempuh pendidikan di ibu kota Aceh.

“Kami ingin melestarikan kesenian Rapai Geleng yang turun-temurun berasal dari Manggeng Abdya. Kami juga ingin menunjukkan kreativitas kami dalam mengembangkan seni budaya Aceh di Banda Aceh,” kata Ronal Zia Ulhaq, ketua Sanggar Rapai Rincong Meubisa.

Rapai Geleng adalah kesenian yang menggunakan alat musik rapai, yaitu rebana yang memiliki bentuk yang sedikit lebih tebal dan suara yang lebih besar sehingga terdengar lebih menggema. Para pemain rapai tidak hanya memukul rapai dengan tangan, tetapi juga diiringi dengan lagu dan gerakan lenggak lenggok seperti menggelengkan kepala hingga memutar badan.

“Sanggar Rapai Rincong Meubisa ini adalah pentas seni milik putra-putri terbaik Abdya. Dan Alhamdulilah, malam ini kami bisa tampil di pentas bergengsi PKA ke-8,” ujarnya.

Ronal mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana PKA ke 8 yang sudah mempercayakan sanggar mereka untuk menampilkan karya seni Rapai Geleng. Dan juga kepada penasehat serta senior-senior yang sudah memberikan dukungan dalam kesenian sehingga Sanggar Rapai Rincong Meubisa ini bisa tampil di event PKA ke-8.

Diketahui, selain Sanggar Rapai Rincong Meubisa, pada event PKA ke-8 ini juga melibatkan sebanyak 4.829 seniman dan budayawan Aceh, 117 peserta pameran, 23 BUMDes, 23 SMK, 72 pengrajin dan pedagang produk tradisional Aceh, serta 1.109 tenaga kreatif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *