SURIAH – Ketegangan antara Iran dan Israel meningkat setelah Tel Aviv diduga kuat membunuh Saeed Abyar, seorang jenderal Iran, dalam sebuah serangan udara di Aleppo, Suriah, Senin (3/6/2024). Siapa sebenarnya Saeed Abyar dan apa perannya dalam militer Iran?
Berdasarkan laporan dari TV pemerintah Iran, yang dikutip Middle East Monitor pada Kamis (6/6/2024), Saeed Abyar, yang digambarkan sebagai penasihat Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), menjadi korban serangan bom yang juga menewaskan beberapa warga sipil dan menyebabkan kerugian materi.
Sejak perang saudara di Suriah pecah pada tahun 2011, Iran telah mengirim penasihat militer untuk mendukung rezim Presiden Bashar Al-Assad, memicu serangan Israel terhadap target militer Iran.
Peran penting Saeed Abyar di luar negeri membuat Teheran marah. Komandan IRGC Hossein Salami pada Rabu mengancam akan melakukan pembalasan. Setelah Saeed Abyar dimakamkan di Teheran, Salami memperingatkan bahwa Israel akan “membayar pertumpahan darah tersebut,” sebagaimana dikutip oleh media Iran.
Menurut The New York Times, Abyar adalah anggota Pasukan Quds IRGC dan telah ditempatkan di Suriah sejak 2012. Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris melaporkan bahwa 16 anggota kelompok pro-Iran lainnya tewas dalam serangan tersebut.
“Israel harus menunggu tanggapan atas pembunuhan penasihat militer Iran Saeed Abyar di Suriah,” kata Salami seperti dikutip oleh kantor berita semi-resmi Iran, Mehr.
Pada April, Iran meluncurkan sekitar 300 rudal dan drone ke Israel, yang sebagian besar berhasil ditembak jatuh oleh pertahanan udara Israel dan sekutunya, setelah dugaan serangan Israel menewaskan seorang jenderal penting IRGC dan beberapa perwira senior di Damaskus.
“Tindakan para martir akan menginspirasi para pejuang generasi mendatang,” tambah Salami, menurut kantor berita pemerintah Iran, IRNA. (*)
Sumber: CNBC Indonesia
