OJK: Masih Ada yang Bermasalah. Jumlah BPR yang Tutup Tahun Ini Akan Bertambah

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan masih akan ada bank perekonomian rakyat (BPR) yang harus tutup pada tahun ini. Hingga Januari-Mei 2024, OJK telah mencabut izin usaha 14 BPR, naik tiga kali lipat dibandingkan dengan tahun 2023.

“Kami harus akui bahwa masih ada yang bermasalah,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Dian Ediana Rae, dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan Juli 2024, Senin (5/8/2024).

Sebelumnya, Dian memprediksi total ada 20 BPR yang akan tutup tahun ini. Dengan demikian, masih ada 6 BPR yang berpotensi tutup hingga akhir tahun. Namun, Dian menegaskan angka tersebut bisa berubah.

Konsolidasi BPR menjadi agenda prioritas OJK. Saat ini jumlah BPR masih cukup besar, lebih dari 1.500 perusahaan.

Menurut Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK), BPR diberikan tambahan kekuatan untuk menawarkan layanan perbankan. “Penguatan permodalan ini masih banyak yang belum memenuhi,” tambah Dian.

Dian menyebutkan beberapa alternatif yang bisa dilakukan, seperti setoran modal dari pemegang saham, merger, dan mencari investor baru. “Ini untuk memastikan BPR ke depan benar-benar berperan optimal dalam penyaluran kredit UMKM,” ujarnya. ***

 

Sumber: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *