Menghilangkan Duri Ikan Yang Sangkut di Tenggorakan

News611 Dilihat

OPINI – Ikan memiliki banyak manfaat bagi Kesehatan terutama untuk anak balita, karena mampu membantu sel-sel otak dan mendorong perkebangannya yang berasal dari Omega-3 dalam ikan.

Selain itu ikan juga dapat menjaga Kesehatan mata, mencegah penyakit strok serta mengurangi tekanan darah tinggi.

Untuk remaja dan dewasa yang selalu berusaha melindungi kulit dari kerusakan karena sinar matahari maka dianjurkan makan ikan setiap hari.

Remaja putri yang kesusahan mengatur berat badan sebaiknya mengkonsumsi ikan karena memiliki kandungan protein yang tinggi dan rendah lemak. Ternyata ikan sangat banyak manfaatnya dalam kehidupan.

Penggemar ikan biasanya terhidanr dari penyakit anemia. Salah satu ikan yang paling digemari oleh Masyarakat adalah Ikan Bandeng. Ikan bandeng pertama kali ditemukan oleh Dane Forskall di laut merah pada tahun 1925.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebutkan bahwa ikan bandeng berasal dari berbagai samudera yang tersebar di dunia mulai dari Samudera Hindia, Pantai Amerika, Pantai Afrika, selatan Jepang sampai utara Australia.

Ikan bandeng memilki rasa yang lezat dan gurih, dapat diolah dengan berbagai resep. Di Aceh biasanya ikan ini sering dimasak asam keueng, ditumis (crah), disambal dan dibakar. Penggemar ikan bandeng selalu suka dengan aneka resep olahannya.

Ikan bandeng dikenal juga dengan sebutan milkfish (ikan susu) memiliki duri yang banyak sehingga membutuhan pengolahan lebih lanjut sebelum dimakan ataupun lebih berhati hati dalam mengonsumsi ikan bandeng segar.

Olahan makanan ikan bandeng yang terkenal seperti bandeng asap, sate bandeng, bandeng presto, dan sebagainya. (Sumber www.deheus.id)

Menikmati ikan ini butuh kehati-hatian dan kesabaran, sedikit lengah maka rasa nikmat berubah jadi petaka, seperti yang saya rasakan tanpa disadari tulang ikan sangkut di tenggorokan, hal ini merubah segalanya, keseruan makan bersama berubah jadi kepanikan.

Ada yang menganjurkan dimuntahkan, ada yang menyuruh makan pisang, minum air hangat dan lain-lain.

Namun semua sudah dilakukan tetapi tulang ikan masih bersarang di tenggorakan sampai menyebabkan demam.

Tiga hari berlalu hal ini membuat rasa sakit menjadi radang tenggorokan. Semua yang dikerjakan terganggu, suarapun menjadi serak, kesehatan turun drastis.

Ketika hendak memutus pergi ke dokter, ada teman yang menyarankan makan nasi panas ditelan langsung tanpa dikunyah.

Tanpa menunggu lama langsung saya praktekkan, dan hasilnya Alhamdulillah tenggorkan jadi lega. Kehidupan dan aktivitas sehari-hari mulai normal seiring berangsurnya kesembuhan.

Untuk mendukung kesembuhan sangat diperlukan minum vitamin C dosis tinggi yang dapat membantu pemulihan penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Sekarang kembali menikmati ikan bandeng kesukaan saya tetapi kini lebih hati-hati, agar hal serupa tidak terulang lagi. (*)

 

Ditulis oleh Chairul Bariah, S.Pd, S.E., S.H., M.M. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Kebangsaan Indonesia, Alumni Fakultas Hukun UNIKI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *