Mahasiswa PMM 3 UNMUHA dari Psikologi UNM Gelar Psikoedukasi Terkait Perencanaan Karir bagi Mahasiswa

BANDA ACEH – Mahasiswa Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) outbound Fakultas Psikologi Universitas Negeri makassar (UNM), Abdul Gilang Tawakal dan Ahmad Abrar mengadakan Psikoedukasi terkait Quarter Life Crisis dan Perencanaan Karir bagi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) pada 28 Desember 2023 lalu.

Abdul Gilang Tawakal atau mengemukakan bahwa Psikoedukasi yang dilakukan didasarkan atas pengetahuan dan wawasan yang didapatkannya bersama Ahmad Abrar di beberapa mata kuliah yang diikuti di PT Penerima (UNMUHA).

“Mereka melihat masih banyak rekan-rekan PMM yang kurang paham dan sadar tentang dampak Quarter Life Crisis serta pentingnya melakukan perencanaan karir,” kata Gilang pada Jum’at 19 Januari 2024.

Saya dan Abrar ikut mata kuliah Psikologi SDM dan Manajemen Karir yang mana didalamnya kami belajar tentang seberapa urgent dan krusial quarter life crisis dan perencanaan karir.

“Kemudian kami coba mengobservasi dan mewawancara beberapa teman PMM kami, dan yaa kebanyakan malah tidak tahu apa itu quarter life crisis dan perencanaan karir. Jadi kami rasa sepertinya ini cocok untuk jadi bahan Psikoedukasi kami,” ungkapnya.

Ahmad Abrar juga memaparkan bahwa peserta Psikoedukasi tersebut berjumlah 34 orang mahasiswa yang merupakan peserta program PMM yang terdiri dari berbagai universitas di Indonesia mulai dari Universitas Airlangga, Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Mataram, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Universitas Mulawarman, hingga STIKES Maluku Husada.

“Peserta dalam Psikoedukasi ini terdiri dari 34 mahasiswa yang berasal dari institusi/kampus berbeda. Ada yang dari UNAIR, UM, UNISMUH, UNRAM, UNIMUDA, UBP, STIKES Maluku, dan beberapa lainnya lagi,” paparnya.

Lebih lanjut, Gilang menyampaikan bahwa Psikoedukasi dilakukan dengan memberikan pre-test yang dilanjutkan dengan pemberian intervensi yang berupa materi Quarter Life Crisis dan Perencanaan Karir, lalu sesi tanya jawab.

Setelah selesai sesi intervensi, peserta kembali mengerjakan post-test untuk mengukur apakah terdapat perubahan pemahaman dan perilaku dari para peserta setelah mengikuti Psikoedukasi.

Sebagai penutup, Gilang dan Abrar berharap Psikoedukasi yang dilakukan dapat membantu teman-teman PMM agar dapat mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan yang dimiliki guna mengenali potensi serta peluang yang nantinya dapat digunakan untuk menyusun rencana terbaik untuk masa depan.

“Saya dan Abrar tentu berharap dengan adanya Psikoedukasi ini, temen-temen PMM jadi pada bisa ngenalin diri sendiri, terus bisa tahu potensi dan peluang yang mereka punya tuh apa, dari situ nanti semoga bisa jadi bahan buat mereka mempersiapkan kehidupan karirnya,” tutup Gilang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *