Generasi Z Mudah Mengalami Depresi Meski Jam Kerja di Indonesia Paling Sedikit se-ASEAN

GAYA HIDUP – Kaum muda dari generasi Z kini lebih rentan mengalami putus asa ketika menghadapi tekanan di dunia kerja. Tingkat depresi pada generasi Z ternyata lebih tinggi dibandingkan generasi lainnya, meskipun jam kerjanya lebih sedikit.

Menurut laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), prevalensi depresi di Indonesia mencapai 1,4% pada tahun 2023.

Jika dilihat berdasarkan kelompok usia, prevalensi depresi tertinggi dialami oleh usia 15-24 tahun atau generasi Z, yaitu sebesar 2%.

Generasi Z lebih mudah mengalami depresi terutama saat berada di lingkungan kerja yang keras. Berdasarkan status pekerjaan, tingkat depresi tertinggi berada di kalangan pegawai swasta yang menempati posisi kelima atau keenam dengan prevalensi sebesar 1%.

Meskipun demikian, jika melihat jam kerja di Indonesia, negara ini memiliki salah satu jam kerja terpendek di Asia Tenggara.

Berdasarkan data dari International Labour Organization (ILO), rata-rata jam kerja di Indonesia adalah 40 jam per minggu, menjadikannya salah satu yang terpendek di wilayah Asia Tenggara.

Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 mengatur jam kerja di Indonesia sebagai berikut:

1. Jam kerja normal: Maksimal 7 jam per hari dan 40 jam per minggu untuk 6 hari kerja dalam seminggu, atau 8 jam per hari dan 40 jam per minggu untuk 5 hari kerja dalam seminggu.

2. Lembur: Jam kerja lembur diperbolehkan maksimal 3 jam per hari dan 14 jam per minggu, dengan syarat-syarat tertentu dan kompensasi yang sesuai. ***

 

Sumber: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *