Bursa Wall Street Dibuka Melemah di Awal Perdagangan

Ekonomi, headline473 Dilihat

JAKARTA – Saham di bursa Amerika Serikat (AS) melemah pada Senin (7/10/2024), di mana Wall Street kesulitan mempertahankan momentum dari reli pada hari Jumat sebelumnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 190 poin atau sekitar 0,5%. Sementara itu, indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite juga sama-sama mengalami penurunan sebesar 0,3%.

Tekanan pada saham meningkat seiring dengan kenaikan imbal hasil Treasury AS. Imbal hasil Treasury acuan 10 tahun naik hampir 3 basis poin menjadi 4,008%, menandai pertama kalinya sejak Agustus imbal hasil ini melampaui 4%.

Harga minyak yang semakin tinggi turut memberikan tekanan pada pasar, dipengaruhi oleh ketegangan di kawasan Timur Tengah yang terus berlanjut. Harga minyak mentah AS naik lebih dari 2%, melewati angka US$76 per barel.

Sebagai catatan, pekan lalu bursa saham AS mencatatkan kenaikan yang relatif moderat. S&P 500 naik sebesar 0,2% dalam seminggu terakhir, sedangkan Nasdaq Composite dan Dow Jones masing-masing naik 0,1%.

“Dua prinsip penting di Wall Street adalah tidak melawan tren dan tidak melawan Federal Reserve. Keduanya tetap menjadi fondasi utama bagi pasar saham saat ini,” ungkap Keith Lerner, Co-Chief Investment Officer di Truist Wealth, dalam sebuah catatan yang dirilis Jumat lalu yang dilansir dari CNBC International.

Namun, Lerner mengingatkan bahwa pemilu presiden AS yang akan datang dan kemungkinan adanya “kejutan Oktober” bisa meningkatkan volatilitas pasar dalam beberapa minggu ke depan.

Di sektor ekonomi, perhatian pelaku pasar minggu ini tertuju pada rilis notulen pertemuan Federal Reserve yang dijadwalkan pada Rabu dan laporan indeks harga konsumen pada Kamis.

Musim laporan keuangan juga mulai bergulir, dengan Delta Air Lines dan JPMorgan Chase yang dijadwalkan melaporkan hasilnya pada Kamis dan Jumat. ***

 

Sumber: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *