BKKBN Aceh Talkshow Edukasi GenRe Aceh di IAIN Zawiyah

LANGSA – Dalam momentum Peringatan HUT GenRe Indonesia ke-14 Tahun 2024, Perwakilan BKKBN Aceh, menggelar Talkshow Edukasi GenRe Aceh di Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Zawiyah Langsa, Kamis, (2/5//2024).

Kegiatan ini dibuka oleh Penjabat Walikota Langsa, melalui Asisten Administrasi Umum , Junaidi dan turut hadir Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, Dekan FUAD, Forum GenRe Aceh, Forum Genre Kota Langsa, mahasiswa IAIN , dan PIK Remaja.

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, mengatakan, refleksi 14 tahun GenRe Indonesia, telah memberikan dampak kepada remaja, keluarga, dan masyarakat sekitar dan menjadi implementasi dari prinsip Meaningfull Youth Participation.

“Remaja melalui Forum GenRe, diharapkan mampu terlibat penuh secara bermakna. Duta GenRe yang tergabung di forum yang ada di 23 kabupaten/kota di Aceh memiliki peran penting untuk mengungkap energi luar biasa dan semangat untuk berkontribusi dalam membangun Aceh. Jadilah remaja yang sehat, cerdas, berkualitas, dengan segala perbedaan yang ada,” ujar Bunda Vina, sapaan akrab Kepala BKKBN Aceh itu.

Sebelumnya, Asisten Administrasi Umum, Junaidi yang mewakili Penjabat Walikota Langsa, dalam arahannya, mengatakan, remaja harus bisa mengadopsi sikap terbuka dan penuh kasih sayang terhadap perbedaan, sehingga dapat bersama-sama tumbuh dan menginspirasi satu sama lain untuk mencapai potensi terbaik dalam dirinya.

“Di tengah keberagaman budaya, agama, bahasa, dan tradisi di Aceh, remaja harus bisa mengadopsi sikap terbuka terhadap perbedaan, satu tekad, meski berbeda, di dalam membangun Aceh,” kata Junaidi.

Sementara itu, Dekan FUAD IAIN Langsa, Dr. Mawardi Siregar, MA, saat menyampaikan sambutan, memberi pesan kepada remaja yang hadir di acara tersebut, bahwa kegiatan edukasi yang dilakukan hari ini tidak saja dapat mencerahkan dan mencerdaskan pikiran semua yang hadir, namun apa yang didapatkan pada hari ini, dapat disampaikan kepada remaja lainnya, baik di lingkungan sekolah maupun kampus.

“Mari setelah selesai kegiatan ini, satu kan langkah strategis dan tekad di dalam merencanakan masa depan di masa yang akan datang. Meskipun kita memiliki orientasi yang berbeda-beda memiliki pandangan politik yang berbeda-beda, memiliki pemahaman agama yang berbeda-beda, tetapi mari kita rayakan perbedaan itu sebagai bagian dari sunnatullah yang harus kita jalani di tengah-tengah kehidupan kita,” ucapnya. (r/mel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *