61 Mahasiswa Unmuha Lulus Dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Angkatan Ketiga

News121 Dilihat

BANDA ACEH | Logis.id – Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) merupakan universitas peringkat pertama di wilayah XIII Provinsi Aceh menurut LLDikti. Kampus ini juga mendukung Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) yang merupakan program Pemerintah dalam hal ini Kemendikbudristek.

Terbukti dengan banyaknya mahasiswa Unmuha yang berhasil lolos program Kampus Mengajar dan Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM). Bahkan peminat PMM dari perguruan tinggi di luar Sumatera juga meningkat pesat sebanyak 777 mahasiswa. Tahun ini, Unmuha menerima 200 mahasiswa dari luar pulau Sumatera.

Pada tahun ini juga, sebanyak 61 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Aceh dinyatakan lulus dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Angkatan ke-3 tahun 2023 untuk mengikuti kuliah selama 1 semester penuh di berbagai Universitas ternama di luar pulau Sumatera.

Dari 61 mahasiswa yang lulus dalam program PMM tersebut, terdiri dari 14 Program Studi (Prodi). Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat memiliki 14 mahasiswa, Psikologi 10 mahasiswa, Manajemen 9 mahasiswa, Ilmu Hukum 7 mahasiswa, Arsitektur 6 mahasiswa.

Kemudian, Teknik Sipil 5 mahasiswa, Tadris Bahasa Inggris 2 mahasiswa, Perbankan Syariah 2 mahasiswa, Akuntansi 1 mahasiswa, Kewirausahaan 1 mahasiswa, Pendidikan Agama Islam 1 mahasiswa, Tadris Biologi 1 mahasiswa, Tadris Matematika 1 mahasiswa, dan Perhotelan 1 mahasiswa.

Rektor Unmuha, Dr. Aslam Nur, MA, mengucapkan selamat kepada para mahasiswa yang lulus dalam program PMM Angkatan ketiga ini. Rektor meminta agar selama berkuliah di luar, mereka senantiasa menjaga nama baik Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Aceh.

“Harapan saya sebagai Rektor Unmuha kepada para mahasiswa adalah agar mereka dapat memperkenalkan dan mempromosikan Aceh dan Unmuha ke seluruh nusantara,” kata Aslam Nur.

Rektor juga berharap bahwa para mahasiswa yang lulus dalam program ini akan mendapatkan pengalaman belajar berkualitas di perguruan tinggi ternama di Indonesia. Melalui program ini, diharapkan dapat memperkuat persatuan dalam keberagaman agama, budaya, dan bahasa.

“Saya berharap ketika mereka kembali, mereka akan membawa banyak ilmu, wawasan, dan pengalaman yang dapat diimplementasikan dalam dunia pendidikan dan kehidupan masyarakat, terutama di Provinsi Aceh,” ujar Rektor. (RK/Redaksi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *