JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) melaporkan bahwa total dana yang berhasil dihimpun dari tabungan haji masyarakat Indonesia mencapai Rp 15 triliun hingga Agustus 2024.
Direktur Utama BSI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa perusahaan akan terus berupaya memperkuat ekosistem haji dan umroh secara konsisten di masa depan.
Dalam laporannya, Hery menyebutkan bahwa saat ini BSI telah bekerja sama dengan lebih dari 2.600 agen travel di Indonesia. Ia optimistis bahwa BSI akan menjadi pilar utama dalam ekosistem industri berbasis syariah di Indonesia.
“Di Indonesia, mayoritas penduduknya adalah muslim, sehingga potensi ini sangat besar,” ungkapnya saat acara media gathering di Nusa Penida, Badung, Bali, Jumat (18/10).
Hery juga mengungkapkan bahwa permintaan terhadap produk perbankan syariah di Indonesia sangat tinggi.
Dia menambahkan bahwa BSI akan terus memberikan nilai tambah kepada nasabah agar tetap kompetitif di tengah persaingan dengan bank-bank konvensional.
“Meskipun belum sempurna, kami terus berkembang dengan pertumbuhan yang selalu mencatatkan angka dua digit,” tambahnya.
Pada kuartal kedua tahun 2024, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat kinerja keuangan yang sangat mengesankan. Per Juni 2024, laba bersih BSI tercatat mencapai Rp 3,4 triliun, naik 20,28 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Jumlah nasabah BSI juga meningkat, di mana per Juni 2024, total nasabah telah mencapai 20,46 juta. Pembiayaan yang disalurkan oleh BSI per Juni 2024 mencapai Rp 257,39 triliun, tumbuh 15,99 persen yoy dengan rasio Non Performing Financing (NPF) yang membaik menjadi 1,99 persen (gross), lebih rendah dibandingkan NPF Juni 2023 yang berada di angka 2,31 persen. ***
