Tragis! Wanita Meninggal Terbakar di Kereta Bawah Tanah

AMERIKA SERIKAT – Seorang wanita meninggal dunia setelah dibakar ketika sedang tidur di kereta bawah tanah di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, pada Minggu pagi waktu setempat. Pelaku, yang diduga berasal dari Guatemala dan tinggal di AS sejak 2018, kini telah diamankan oleh pihak berwenang.

Menurut Komisaris Departemen Kepolisian New York, Jessica Tisch, hingga kini belum ada tuntutan yang diajukan, tetapi penyelidikan terus dilakukan untuk mengetahui motif di balik kejadian tersebut. Pernyataan ini disampaikan pada konferensi pers yang dikutip oleh CBS pada Senin (23/12/2024).

Kronologi Kejadian

Insiden tragis ini terjadi di kereta F yang berhenti di stasiun Coney Island-Stillwell Avenue, Brooklyn, sekitar pukul 07.30 pagi. Berdasarkan keterangan polisi, pelaku mendekati korban yang sedang tidur di dalam gerbong, kemudian membakarnya menggunakan alat yang diduga berupa korek api. Dalam hitungan detik, pakaian korban terbakar habis, menyebabkan luka bakar fatal yang merenggut nyawanya.

Polisi menyebutkan bahwa tidak ada tanda-tanda interaksi antara korban dan pelaku sebelum kejadian. Petugas tiba di lokasi setelah mencium bau asap, namun upaya penyelamatan korban tidak berhasil.

Penangkapan Pelaku

Tanpa sepengetahuan petugas, pelaku tetap berada di lokasi kejadian dan duduk di bangku peron tepat di luar gerbong kereta. Ia akhirnya ditangkap tanpa perlawanan di kereta lain yang berhenti di Herald Square. Polisi menemukan pelaku mengenakan pakaian yang sama dengan saat kejadian, dan korek api ditemukan di sakunya.

Laporan Media Lain

BBC juga melaporkan kejadian serupa, menyebutkan bahwa pelaku berhasil ditangkap berkat bantuan sekelompok anak muda yang berada di stasiun kereta saat itu. Laporan tersebut menambahkan bahwa petugas patroli awalnya mencium bau asap sebelum menemukan gerbong yang terbakar.

Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya keamanan di transportasi umum, terutama di kota besar seperti New York. Pihak berwenang masih melanjutkan penyelidikan untuk memastikan pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya. (*)

 

Sumber: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *