Tokoh Budaya Simeulue Moris Mesasilai Terima Penghargaan dari Museum Tsunami

BANDA ACEH – Tokoh masyarakat dan budaya asal Kabupaten Simeulue, Moris Mesasilai, menerima piagam penghargaan sebagai Budayawan Simeulue dari Museum Tsunami Banda Aceh, Sabtu (14/9/2024).

Penghargaan diberikan kepada Moris atas dukungan dan partisipasinya dalam pameran bertema “SMONG 1907” Jelajahi Warisan Budaya, Menjadikan Trandisi dan Kearifan Lokal sebagai tameng bencana.

Kepada media ini, Minggu (15/9/2024), Moris mengatakan, pemberian penghargaan tersebut tidak terlepas dari kontribusi para Budayawan. “Alhamdulillah, kita mendapatkan piagam penghargaan, namun ini bukan untuk saya saja, melainkan untuk masyarakat Simeulue,” ujarnya.

Moris merupakan tokoh yang sering mengangkat dan melestarikan Budaya dan kearifan lokal yang ada di kabupaten Simeulue. Piagam penghargaan tersebut yang ditandatangani kepala Museum Tsunami, M. Syaputra Azwar, S.STP, M.Ec.

Moris juga mengatakan, kearifan lokal dalam hal mitigasi bencana, telah menjadi warisan budaya tak benda dan juga telah mendapat penghargaan internasional SASAKAWA AWARD dari UN-ISDR.

“Sewajarnya kearifan lokal dalam hal ini untuk penyelamatan kearifan lokal sejak dini agar terus disebarluaskan dan dilestarikan hingga ke anak cucu kita,” tutupnya.

Seperti diketahui, kemunculan Smong berawal dari pengalaman pahit pada tahun 1907 silam, saat ombak besar menghantam pesisir-pesisir pulau Simeulue terutama di Kecamatan Teupah Barat.

Smong (tsunami) disertai gempa bumi dengan kekuatan 7,6 skala Richter tersebut menjadi mimpi buruk sekaligus pelajaran berharga bagi masyarakat Simeulue. Ribuan nyawa melayang, rumah dan meunasah hancur, serta harta benda pun lenyap. Jejak bencana hebat itu masih terlihat pada sebuah kuburan yang terletak di pelataran masjid Desa Salur, Kecamatan Teupah Barat.

Sejak saat itu, kata Smong begitu familiar di kalangan masyarakat Simeulue. Smong diartikan sebagai hempasan gelombang air laut yang berasal dari Bahasa Devayan, Bahasa asli Simeulue. “Secara historis, Smong merupakan kearifan lokal dari rangkaian pengalaman masyarakat Simeulue pada masa lalu terhadap bencana gempa bumi dan tsunami,” ujar Moris. (r/wn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *