Terungkap! Sumber Dana Rp 460 Triliun untuk Program Makan Siang Gratis

JAKARTA – Program makan siang gratis menjadi salah satu unggulan pemerintahan terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, yang merupakan janji kampanye pada pemilihan presiden lalu. Namun, program ini kini dikenal dengan nama baru, yaitu “Makan Bergizi Gratis”.

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 71 triliun untuk program ini, jauh lebih rendah dari perkiraan awal.

Pada masa kampanye, Prabowo memperkirakan kebutuhan dana untuk menyediakan makanan bergizi kepada para pelajar bisa mencapai Rp 460 triliun.

“Anggaran yang diperlukan sekitar Rp 460 triliun lebih. Banyak yang akan bertanya, dari mana uangnya? Saat ini, APBN untuk bantuan sosial mencapai Rp 495 triliun, mendekati Rp 500 triliun. Apakah bantuan ini tidak termasuk dalam bantuan sosial? Jawabannya sederhana. Ada juga anggaran pendidikan sebesar Rp 660 triliun. Apakah menyediakan makan untuk anak-anak sekolah tidak termasuk dalam pendidikan?” ungkap Prabowo.

Prabowo menjelaskan, program ini ditargetkan untuk anak-anak dari usia dini (Pra-SD) hingga SMA/SMK. Berdasarkan data, jumlah anak usia dini yang akan menerima manfaat program ini mencapai 30 juta anak, siswa SD sebanyak 24 juta, siswa SMP sebanyak 9,8 juta, serta siswa SMA/SMK sebanyak 10,2 juta. Selain itu, program ini juga mencakup 4,3 juta santri di pesantren dan 4,4 juta ibu hamil.

Program ini direncanakan akan menggunakan anggaran dari APBN yang dialokasikan untuk pendidikan dan perlindungan sosial. Prabowo menegaskan bahwa anggaran yang sudah dialokasikan cukup besar, terutama untuk pendidikan dan penanggulangan masalah stunting.

“Jika kita lihat, anggaran pendidikan 2024 mencapai Rp 660 triliun, dan bantuan sosial mendekati Rp 500 triliun. Dengan alokasi yang sudah ada, program makan bergizi ini sangat memungkinkan untuk dijalankan,” jelas Prabowo.

Ia menambahkan bahwa program ini berpotensi besar membantu meringankan beban masyarakat, terutama dari golongan menengah ke bawah, serta dapat mengatasi masalah sosial secara lebih mendasar.

Prabowo juga optimis bahwa dengan memanfaatkan sebagian anggaran dari perlindungan sosial dan ketahanan pangan, program makan siang gratis ini akan menjadi solusi yang tepat dan dapat segera diwujudkan. ***

 

Sumber: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *