Putin Mengamuk! Rusia Serang Ukraina dengan Bombardir Besar-besaran, Negara Gelap Gulita

UKRAINA – Rusia melancarkan serangan drone dan rudal skala besar ke seluruh Ukraina pada Senin (26/8/2023), dengan fokus pada infrastruktur energi. Serangan tersebut mengakibatkan setidaknya tiga orang tewas dan menyebabkan pemadaman listrik di seluruh negeri.

Serangan dimulai sekitar tengah malam dan berlangsung hingga pagi hari, menjadi salah satu serangan terbesar Rusia terhadap Ukraina dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut Perdana Menteri Ukraina, Denys Shmyhal, pasukan Rusia meluncurkan drone, rudal jelajah, dan rudal balistik hipersonik Kinzhal ke 15 wilayah Ukraina, yang mencakup lebih dari separuh negara itu.

“Infrastruktur energi sekali lagi menjadi sasaran serangan teroris Rusia. Sayangnya, kerusakan terjadi di sejumlah wilayah,” kata Shmyhal, seperti yang dilaporkan oleh Associated Press.

Ia juga menambahkan bahwa perusahaan operator jaringan listrik milik negara Ukraina, Ukrenergo, terpaksa menerapkan pemadaman darurat untuk menstabilkan sistem.

Shmyhal juga mengimbau sekutu Ukraina untuk memberikan senjata jarak jauh dan izin penggunaannya di dalam wilayah Rusia.

“Untuk menghentikan serangan brutal terhadap kota-kota Ukraina, kita perlu menghancurkan tempat-tempat peluncuran rudal Rusia,” ujarnya. “Kami mengharapkan dukungan dari sekutu kami dan akan memastikan Rusia membayar atas tindakannya.”

Angkatan udara Ukraina melaporkan bahwa beberapa kelompok drone Rusia bergerak menuju wilayah timur, utara, selatan, dan tengah Ukraina, diikuti dengan peluncuran sejumlah rudal jelajah dan balistik.

Ledakan terdengar di Kyiv, ibu kota Ukraina. Akibat serangan tersebut, pasokan listrik dan air di kota itu terganggu, seperti yang disampaikan oleh Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko.

Setidaknya tiga orang tewas dalam serangan ini: satu di kota barat Lutsk, satu di wilayah tengah Dnipropetrovsk, dan satu lagi di wilayah Zaporizhzhia yang sebagian diduduki di tenggara, menurut laporan pejabat setempat.

Selain itu, 13 orang lainnya mengalami luka-luka, dengan rincian satu di wilayah Kyiv, lima di Lutsk, tiga di wilayah Mykolaiv di selatan, dan empat di wilayah tetangga Odesa.

Pemadaman listrik dan kerusakan pada infrastruktur sipil serta bangunan tempat tinggal dilaporkan terjadi di seluruh negeri, mulai dari wilayah Sumy di timur, hingga wilayah Mykolaiv dan Odesa di selatan, serta wilayah Rivne di barat.

Di Sumy, sebuah provinsi di timur yang berbatasan dengan Rusia, administrasi setempat melaporkan bahwa 194 pemukiman mengalami pemadaman listrik total, sementara 19 lainnya mengalami pemadaman sebagian.

Perusahaan energi swasta Ukraina, DTEK, memberlakukan pemadaman darurat dan menyatakan bahwa “pekerja energi di seluruh negeri bekerja 24/7 untuk memulihkan pasokan listrik ke rumah-rumah warga Ukraina.”

Setelah serangan dan pemadaman listrik tersebut, pejabat regional di seluruh Ukraina diperintahkan untuk membuka “titik ketangguhan” tempat berlindung di mana warga dapat mengisi daya perangkat mereka dan mendapatkan penyegaran selama pemadaman energi, ujar Perdana Menteri Shmyhal.

Titik-titik ini pertama kali didirikan di Ukraina pada musim gugur 2022, ketika Rusia mulai menargetkan infrastruktur energi negara itu dengan serangan mingguan.

Sementara itu, di negara tetangga Polandia, militer melaporkan bahwa pertahanan udara Polandia dan NATO diaktifkan di bagian timur negara tersebut akibat serangan itu.

Di sisi lain, di Rusia, pejabat melaporkan serangan drone Ukraina pada malam hari dan Senin pagi.

Empat orang terluka di wilayah tengah Rusia, Saratov, di mana drone menghantam bangunan tempat tinggal di dua kota.

Sebuah drone jatuh di gedung apartemen di kota Saratov, dan satu lagi menghantam bangunan di kota Engels, yang menjadi lokasi lapangan udara militer yang sebelumnya juga pernah diserang, menurut laporan pejabat setempat.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa total 22 drone Ukraina berhasil dicegat sepanjang malam dan pagi hari di atas delapan wilayah Rusia, termasuk wilayah Saratov dan Yaroslavl di Rusia tengah. ***

 

Sumber: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *