ACEH BARAT DAYA – Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Manggeng resmi meluncurkan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di kompleks Masjid Taqwa dan SD IT Muhammadiyah Manggeng.
Acara ini bertepatan dengan kegiatan sosialisasi SD IT Muhammadiyah Manggeng pada Sabtu, 22 Februari 2025 dan dihadiri oleh sekitar 300 peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Turut hadir dalam acara ini Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Manggeng, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Barat Daya (Abdya), Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Abdya, serta civitas akademika SD IT Muhammadiyah beserta keluarga dan calon murid.
Selain itu, sejumlah organisasi masyarakat, LSM yang bergerak di bidang isu perempuan dan anak, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan Abdya, Nur Afni Muliana, S.Pd, juga turut hadir dalam acara ini.
Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Aceh, Ashraf. SP. M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa gerakan Aisyiyah dlm dakwah keumatan dan kebangsaan hadir di tengah masyarakat khususnya bagi kaum rentan, marginal dan terpinggirkan melalui kegiatan yang bersifat adaptif dan solutif.
“Bantuan hukum dalam Islam boleh dilakukan sesuai dengan ajaran bagi kaum muslimin utk saling tolong menolong, berdasarkan prinsip keadilan dan keseimbangan bagi kedua belah pihak. Atas dasar itu maka Posbakum Aisyiyah ini dibantuk,” kata Ashraf dalam Sambutanya.
Sementara itu, Ketua PDM Abdya, Nazli Hasan, S.Ag., M.Ag., dalam sambutannya menyatakan bahwa kehadiran Posbakum Aisyiyah merupakan langkah positif dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya di Manggeng dan Abdya secara umum.
Ia menyoroti meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta pentingnya peran Posbakum dalam memberikan perlindungan hukum, baik secara preventif maupun kuratif.
“Posbakum ini diharapkan dapat menjadi jembatan dalam upaya perlindungan dan pemenuhan hak-hak korban, baik perempuan maupun anak, termasuk Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH),” ujar Nazli Hasan.
Selain itu, ia juga mengharapkan dukungan dari berbagai pihak, baik internal Muhammadiyah maupun dari pemerintah dan organisasi non-pemerintah di Abdya.
“Posbakum Aisyiyah diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan (KTP) dan kekerasan terhadap anak (KTA) di wilayah tersebut,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, dilaksanakan sesi sosialisasi yang membahas peran Posbakum dan pengenalan lebih lanjut mengenai kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Sesi ini menghadirkan Ketua Majelis Hukum dan HAM (MHH), Rukiyah Hanum, serta Ketua Posbakum PWA Aisyiyah, Rida, S.H., dengan moderator Agustina dari MHH PWA Aceh.
Acara berlangsung dengan lancar dan mendapat apresiasi dari para peserta yang hadir. Diharapkan kehadiran Posbakum Aisyiyah Manggeng dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dalam mendapatkan akses keadilan dan perlindungan hukum yang lebih baik. (Cut Ricky)






