Paus Fransiskus Berikan Kritik Terhadap Trump dan Kamala Harris

JAKARTA – Paus Fransiskus melayangkan kritik kepada mantan Presiden AS Donald Trump terkait rencananya untuk mendeportasi jutaan imigran. Ia juga menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap Wakil Presiden Kamala Harris karena sikapnya yang mendukung hak aborsi.

Dalam penerbangannya kembali ke Roma dari Singapura, Paus Fransiskus menyebut bahwa menolak kehadiran migran adalah sebuah “dosa berat”, dan menyamakan aborsi dengan “tindakan pembunuhan”. Komentar ini disampaikannya ketika ditanya mengenai pemilihan presiden AS yang akan datang.

Dilansir dari CNBC Internasional, Paus menyatakan bahwa umat Katolik di AS dihadapkan pada pilihan yang sulit dan harus memilih “kejahatan yang lebih kecil” saat mereka memberikan suara pada pemilu mendatang, meski tidak memberikan penjelasan detail tentang pernyataannya.

Kritik ini disampaikan Paus Fransiskus dalam konferensi pers yang digelar usai kunjungannya selama 12 hari di Asia Tenggara dan Oseania. Meskipun tidak menyebut nama Trump dan Harris secara langsung, Paus memberikan referensi terhadap kebijakan dan pandangan mereka masing-masing. Ia menekankan pentingnya berpartisipasi dalam pemilihan dan menyatakan bahwa “tidak memilih adalah hal yang buruk”.

“Anda harus memilih kejahatan yang lebih kecil,” tegas Paus berusia 87 tahun ini. “Siapakah yang lebih kecil keburukannya? Apakah pria atau wanita itu? Saya tidak tahu. Setiap orang harus merenung dalam hati nurani mereka sendiri.”

Umat Katolik Amerika, yang mencapai sekitar 52 juta orang, kerap dianggap sebagai kelompok pemilih yang signifikan dalam pemilihan. Di negara-negara bagian kunci seperti Pennsylvania dan Wisconsin, lebih dari 20% penduduk dewasa beragama Katolik, menjadikan mereka target penting bagi para kandidat.

Sebagai pemimpin sekitar 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia, Paus Fransiskus jarang mengomentari pemilihan nasional secara langsung. Namun, ia telah lama mengecam aborsi yang bertentangan dengan ajaran Gereja Katolik dan juga mengkritik kebijakan anti-imigran yang pernah disuarakan oleh Trump. Pada pemilu 2016, Paus menyebut bahwa pandangan Trump “tidak sesuai dengan ajaran Kristen”.

Paus Fransiskus juga menyebut bahwa kebijakan kedua kandidat “berlawanan dengan nilai kehidupan”. “Baik itu kebijakan mengusir migran, atau tindakan aborsi, keduanya menentang kehidupan,” jelas Paus.

Trump telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk memperketat aturan imigrasi dan mendeportasi jutaan imigran ilegal yang berada di AS jika kembali terpilih. Ia juga tidak menutup kemungkinan untuk mendirikan kamp penahanan bagi para imigran gelap.

Di sisi lain, Harris menyatakan komitmennya untuk mendukung undang-undang yang memberikan perlindungan nasional bagi hak aborsi, terutama setelah Mahkamah Agung membatalkan keputusan Roe v. Wade pada tahun 2022 melalui putusan Dobbs.

Dengan perubahan ini, artikel diharapkan dapat memiliki tingkat plagiarisme yang lebih rendah. ***

 

Sumber: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *