Olahraga dan Penerapan Syari’ah di Provinsi Aceh

MENURUT pendapat para aalim ulama, olahraga sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan, stamina, fisik, mental dan performa yang tinggi, akan tetapi juga para pelaku olahraga wajib memerhatikan dari segi tata cara berbusana, mulai dari mengenakan celana, baju yang sopan, elegant sehingga benar – benar menutup aurat (tidak transparan) dan tentunya tidak melanggar nilai-nilai syari’at Islam.

Hal ini sejalan dengan isi Qanun tentang penarapan syariah di Provinsi Aceh Nomor 11 tahun 2002 tentang pelaksanaan syariat islam bidang aqidah, ibadah dan syi’ar Islam mengatur terkait pelaksanaan syari’at Islam secara kaffah di Aceh.

Bunyi qanun ini adalah tentu untuk mengamanahkan kepada kita bersama, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk melaksanakan syari’at Islam dalam bidang aqidah, ibadah dan syi’ar Islam.

Sejak zaman dahulu manusia diwajibkan untuk bergerak, berolahraga melalui aktivitas berburu, mencari binatang sebagai sumber utama makanan, kemudian bergerak dari suatu tempat ke tempat lainnya.

Dalam pandangan agama Islam olahraga yang di anjurkan Nabi Muhammad S.A.W adalah berkuda, memanah dan berenang sebab olahraga tersebut dinilai dapat menyehatkan dan memberikan kesan dan pesan secara langsung bagi tubuh manusia, saat melakukan aktivitas olahraga tentu wajib kita perhatikan dari berbagai aspek, baik mental – emosional, kondisi fisik (physical fitness) dan tata cara berpakaian.

Tata cara berpakaian tentu tidak boleh terlepas dari koridor, aturan dan nilai – nilai syariah yang belaku di daerah Aceh, olahraga tidak membatasi space kita gara – gara tata cara berpakaian yang kurang baik, keliahatan aurat, kurang sopan menurut aturan yang berlaku.

Olahraga tentu memberikan dampak dan kemudahan langsung bagi tubuh mulai dari kesegaran, kebugaran serta terhindar dari berbagai macam jenis penyakit, penyakit kronis, penyakit malas bergerak, peningkatan jumlah lemak (obesitas) sehingga sistem perederan darah tetap terkontrol normal, wajah terlihat muda, bersinar.

Memang saat awal kita memulainya (khusus bagi pemula) agak sedikit berat, nafas juga agak berat, otot banyak keram, denyut jantung-denyut nadi cepat terasa berat, ada rasa dihantui, ingin cepat berhenti dari kelelahan dan lain sebagainya, akan tetapi setelah kita lawan, menjalaninya secara rutin, yakin dan betul – betul kita lakukan dalam beberapa hari kemudian maka, dampak dan manfaat langsung akan diberikan tubuh secara nyata, aktif, penuh waktu selama berbulan – bulan maka, tubuh akan memberikan signal terbaik, penyakit akan menjauh dan lain sebagainya.

Hal ini tentu wajib dibekali oleh sistem pengaturan gaya hidup yang benar, pola makan, minum tentu yang bagus dan sehat. Life style juga termasuk penjadwalan waktu tidur malam jangan terlalu larut, sekitar jam 10 malam maka sudah bisa tidur, hal ini dilakukan untuk memaksimalkan jumlah waktu tidur yang baik dan ideal.

Maka oleh karena itu, mari berolahragalah dengan baik, teratur dan terjadwal, olahraga jangan menunggu badan gemuk, kumpul lemak, menunggu hari tua, hati senang dan lain sebagainya, berolahragalah dengan tepat, terencana dan teratur agar tubuh tetap dalam kondisi prima.

Pesan yang ingin disampaikan kepada para pemerhati olahraga, para pembaca budiman adalah silahkan lanjut untuk berolahraga secara rutin, terencana, tidak menunda nunda, terjadwal dan sistematis sesuai kemampuan tubuh anda sehingga tidak menganggu aktivitas utama anda (mencari nafkah) buat anak istri dan keluarga tercinta, tentunya tetap memerhatikan nilai – nilai budaya, adat – istiadat serta nilai – nilai syari’at Islam yang berlaku di bumi Aceh yang mulia ini. (*)

Oleh: Dr. Irfandi, M.Or

Penulis adalah Dosen S1 Pendidikan Jasmani Universitas Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *