Mendidik dengan Cinta dan Keteladanan

Artikel ini ditulis oleh : Wiwik Mulyani, S.Pd., M.A.

Anak adalah anugerah sekaligus amanah yang harus kita jaga dan rawat dengan sepenuh hati. Pendidikan anak merupakan kewajiban orang tua yang tidak dapat dialihkan kepada siapapun.

Orang tua adalah pihak yang paling bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Tentu, setiap orang tua menginginkan anak-anaknya menjadi penyejuk pandangan mata, pemimpin yang bertanggung jawab, serta penolong di akhirat kelak.

Sayangnya, keinginan tersebut sering kali tidak diimbangi dengan langkah-langkah konkret menuju tujuan tersebut. Banyak orang tua yang hanya mengandalkan guru di sekolah atau ustaz-ustazah di pesantren. Bahkan, beberapa orang tua rela mengeluarkan biaya besar untuk menyekolahkan anak di sekolah atau pesantren favorit.

Tidak ada yang salah dengan usaha tersebut, namun kita harus ingat bahwa anak akan meniru apa yang kita lakukan. Pepatah mengatakan, “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya,” yang mengingatkan kita bahwa keteladanan orang tua di rumah sangat penting dalam pendidikan anak.

Orang tua harus menjadi contoh yang baik agar mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia dan memiliki semangat untuk membangun peradaban Islam.

Melihat kondisi saat ini, banyak generasi muda yang cenderung meniru tanpa memfilter baik atau buruknya suatu hal. Mereka sering kali mengikuti tren tanpa mempertimbangkan dampaknya.

Salah satu contohnya adalah maraknya tren joget-joget yang menghilangkan rasa malu di kalangan sebagian anak muda. Untuk menghindari hal-hal seperti itu, siapa lagi yang bisa menjadi teladan jika bukan orang tua?

Selain itu, orang tua juga perlu menanamkan nilai-nilai pendidikan dalam Al-Qur’an. Jika nilai-nilai ini ditanamkan sejak dini, akan lebih mudah bagi anak untuk menginternalisasi ajaran tersebut.

Mencintai anak dengan sepenuh hati akan membangun rasa percaya diri mereka untuk melakukan kebaikan. Ketika anak merasa dicintai oleh kedua orang tuanya, mereka akan merasa nyaman, mudah bersosialisasi, dan cenderung memilih hal-hal yang baik.

Cinta orang tua menjadi sumber inspirasi bagi anak untuk berprestasi, bahkan mampu mencapai hal-hal yang di luar dugaan, seperti peningkatan prestasi akademik atau hafalan Al-Qur’an yang baik. Sebagai orang tua, penting bagi kita untuk selalu mendengarkan anak, mendengarkan cerita mereka, dan berkomunikasi secara terbuka.

Hal sederhana ini dapat mempererat hubungan kita dengan anak-anak dan membangun kedekatan emosional yang kuat. Dengan demikian, anak akan terbiasa meminta masukan dari kita ketika mereka dewasa nanti. Bukan hanya ibu yang berperan sebagai tempat bercerita anak, tetapi ayah juga dapat menjadi teman diskusi yang penting.

Sayangnya, banyak ayah yang hadir hanya secara fisik, namun tidak cukup hadir secara emosional dalam kehidupan anak. Padahal, ayah adalah penanggung jawab utama dalam pendidikan anak, meskipun peran ibu juga sangat penting.

Orang tua boleh mempercayakan pendidikan anak di sekolah atau pesantren terbaik, tetapi tanggung jawab pendidikan tetap berada di pundak orang tua dan tidak dapat dialihkan kepada siapapun. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *