Kodam Iskandar Muda Perkuat Serapan Gabah demi Ketahanan Pangan Nasional

BANDA ACEH – Dalam upaya mendukung program Swasembada Pangan dan optimalisasi Serapan Gabah (Sergab), Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han), menegaskan komitmen Kodam IM untuk membantu pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Sebagai langkah nyata, Asisten Teritorial Kasdam IM, Kolonel Inf Fransisco, S.E., M.I.Kom., turun langsung meninjau sejumlah wilayah di bawah jajaran Korem 011/Lilawangsa. Kegiatan ini bertujuan memastikan serapan gabah berjalan optimal, mengidentifikasi kendala petani, serta mencari solusi untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Aceh.

Optimalisasi Serapan Gabah di Pidie

Peninjauan pertama dilakukan di wilayah Kodim 0102/Pidie pada 10 Maret 2025. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Bulog Wilayah Aceh, Dandim 0102/Pidie, Pimpinan Kantor Cabang Bulog Sigli, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pidie, unsur Muspika, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Babinsa, serta petani setempat.

Rangkaian kegiatan mencakup kunjungan ke Gudang Bulog Dayah Teungoh, Desa Tijue, Kecamatan Pidie, serta peninjauan lahan sawah yang memasuki masa panen di Desa Mali, Kecamatan Sakti. Aster Kasdam IM juga berdialog langsung dengan kelompok tani untuk mendengar kendala mereka. Kunjungan berlanjut ke kilang padi di Desa Tan Kueng, Kecamatan Sakti.

Hingga 10 Maret 2025, serapan gabah kering panen (GKP) di Pidie mencapai 5.871 ton, dengan beras terserap sebanyak 1.770 ton atau setara 48,82% dari target. Namun, beberapa kendala ditemukan, seperti keterlambatan distribusi pupuk dan benih, serta kapasitas gudang yang masih kurang sekitar 2.500 ton dari total 11.500 ton di dua gudang Bulog Sigli.

Sebagai solusi, Dinas Pertanian, PPL, dan Babinsa diminta memperketat pengawasan distribusi pupuk dan benih serta meningkatkan koordinasi dengan pemilik gudang sewa. Beberapa gudang yang dapat dimanfaatkan meliputi Gudang PT. Sang Hyang Seri di Meurah Dua, Gudang di Glumpang Tiga, serta Gudang mitra Perum BULOG, KP. Jasa Saudara—masing-masing berkapasitas 1.000 ton.

Tantangan Serapan Gabah di Bireuen

Kegiatan serupa juga berlangsung di wilayah Kodim 0111/Bireuen. Aster Kasdam IM meninjau posko LTT dan Sergab di Makodim 0111/Bireuen, mengunjungi lokasi panen di Desa Cot Kareng, Kecamatan Peudada, serta berdiskusi dengan petani.

Hingga 10 Maret 2025, serapan gabah di Bireuen mencapai 3.396,69 ton, setara 1.800,25 ton beras atau sekitar 30% dari target. Kendala utama yang ditemukan adalah ketidaksesuaian dalam sistem pendataan penerima subsidi pupuk. Akibatnya, sejumlah petani yang memenuhi syarat justru tidak mendapatkan pupuk bersubsidi.

Untuk mengatasi masalah ini, PPL diminta melakukan verifikasi ulang data penerima subsidi agar kebijakan berjalan tepat sasaran. Selain itu, keterbatasan sumur bor dan mesin pompa irigasi juga menjadi perhatian, sehingga diusulkan pengajuan bantuan melalui skema CPCL guna mendukung kebutuhan air bagi lahan pertanian.

Strategi Percepatan Sergab di Aceh Utara

Pada 11 Maret 2025, Aster Kasdam IM melanjutkan kunjungannya ke wilayah Kodim 0103/Aceh Utara. Kegiatan mencakup peninjauan Gudang Bulog Lhokseumawe, lahan panen di Desa Blang Pha, Kecamatan Seuneudon, serta kilang padi Sahabat Tani di Desa Meunasah Bujok, Kecamatan Baktiya.

Hingga 10 Maret 2025, serapan gabah di wilayah ini mencapai 2.601,09 ton, setara 1.378,58 ton beras atau 19,69% dari target. Kendala utama yang dihadapi petani di Aceh Utara adalah keterlambatan distribusi pupuk subsidi di tingkat pengecer serta pendangkalan saluran irigasi yang mengancam pengairan 300 hektar lahan pertanian.

Sebagai solusi, Babinsa diperintahkan mengawasi pendistribusian pupuk secara ketat, sementara Polres diminta menyelidiki hambatan dalam proses distribusi. Normalisasi saluran irigasi juga menjadi prioritas, dengan pengajuan permohonan ke Dinas PUPR untuk memperlancar aliran air bagi pertanian.

Peningkatan Kesadaran Petani di Aceh Timur

Di wilayah Kodim 0104/Aceh Timur, Aster Kasdam IM meninjau kilang padi Intan Mulia di Desa Paya Deumam, Kecamatan Madat, serta berdialog dengan kelompok tani di Desa Ulee Ateung.

Hingga 10 Maret 2025, serapan gabah di Aceh Timur baru mencapai 314,09 ton, dengan beras sebanyak 118,10 ton atau setara 5,69% dari target. Tantangan terbesar di wilayah ini adalah kapasitas gudang Bulog Langsa yang terbatas serta rendahnya kesadaran petani untuk menjual hasil panen ke Bulog.

Banyak petani lebih memilih menjual gabah kepada tengkulak yang menawarkan harga lebih tinggi. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan sosialisasi intensif mengenai manfaat menjual hasil panen ke Bulog guna mendukung ketahanan pangan nasional. Babinsa dan PPL juga diminta lebih aktif mengedukasi petani tentang program bantuan pemerintah dan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga ringan.

Komitmen Kodam IM dalam Ketahanan Pangan

Menanggapi hasil peninjauan ini, Pangdam IM menegaskan bahwa Kodam Iskandar Muda berkomitmen penuh mendukung program Swasembada Pangan dan Serapan Gabah yang dicanangkan pemerintah.

“Kami memahami bahwa pertanian adalah sektor strategis dalam ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, Kodam IM akan terus mendukung dan mengawal program Sergab, termasuk memberikan solusi terhadap berbagai kendala yang dihadapi petani,” ujar Pangdam IM.

Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal juga menambahkan bahwa TNI akan terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas pangan, baik melalui pendampingan petani maupun pengawasan distribusi pupuk dan benih.

“Kami berharap, melalui sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah, dan masyarakat, berbagai kendala yang ada dapat segera teratasi, sehingga produksi pangan di Aceh semakin meningkat dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *