BANDA ACEH – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Aceh kembali menyelenggarakan seleksi Duta Pelajar Sadar Hukum 2024 tingkat SMA/SMK. Kegiatan ini berlangsung pada 9-10 Desember 2024 di Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh.
Acara ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Harkodia) 2024. Para peserta seleksi berasal dari 23 kabupaten/kota di Aceh, yang sebelumnya telah melewati seleksi di tingkat kabupaten/kota masing-masing.
Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Muhibuddin, S.H., M.H., membuka acara secara resmi, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, ST, DEA, MA.
Dalam sambutannya, Muhibuddin menyampaikan bahwa program ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, melainkan langkah strategis untuk menanamkan kesadaran hukum di kalangan pelajar sejak dini.
Menurut Muhibuddin, kegiatan ini bertujuan menciptakan generasi muda yang memiliki moral kuat dan kesadaran hukum yang tinggi.
“Program ini merupakan bentuk kolaborasi antara Kejati Aceh dan Dinas Pendidikan Aceh yang telah berjalan selama bertahun-tahun. Kami berharap program ini terus berlanjut agar generasi muda Aceh semakin memahami pentingnya hukum,” ujarnya.
Ia juga berharap para duta pelajar ini dapat menjadi agen perubahan di sekolah dan lingkungan mereka.
“Dengan pemahaman hukum yang baik, pelajar diharapkan mampu mengatasi berbagai masalah sosial seperti perundungan, penyalahgunaan narkotika, dan perilaku menyimpang lainnya. Mereka harus menjadi teladan positif bagi teman-temannya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, menyampaikan bahwa pelajar yang terpilih sebagai Duta Pelajar Sadar Hukum berpotensi memperoleh beasiswa pendidikan.
“Kami sedang merancang penggunaan dana abadi pendidikan Aceh untuk memberikan beasiswa serupa program LPDP. Ini adalah bentuk apresiasi dan dukungan kepada pelajar berintegritas,” jelasnya.
Marthunis juga menambahkan bahwa duta pelajar ini diharapkan dapat menyebarkan pemahaman hukum di lingkungan sekolah dan masyarakat. “Mereka adalah agen perubahan yang akan menginspirasi teman-temannya untuk menciptakan generasi muda Aceh yang lebih baik,” pungkasnya.
Program Duta Pelajar Sadar Hukum ini merupakan inisiatif yang telah berlangsung sejak 2016. Melalui program ini, Aceh menyiapkan generasi muda sebagai percontohan dalam meningkatkan kesadaran hukum secara lebih luas.
Acara ini turut dihadiri oleh seluruh Asisten di Kejati Aceh, pejabat struktural dari Dinas Pendidikan Aceh, perwakilan PGRI, serta para kasi Intel se-Aceh yang mendampingi para peserta dari masing-masing kabupaten/kota. (*)






