Jelang Lebaran, TNI AD Rampungkan Pembangunan Jembatan Bailey Ds. Blang Gleum, Kec. Julok, Aceh Timur

ACEH TIMUR – Kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat kembali diwujudkan melalui pembangunan dan peresmian Jembatan Bailey di Dusun Alue Merbo, Desa Blang Gleum, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur. Jembatan yang dibangun sebagai respon cepat pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor tersebut kini resmi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setelah dilaksanakan prosesi peresmian dan Peusijuk pada Selasa (17/3/2026).

Pembangunan jembatan ini merupakan solusi strategis untuk memulihkan akses transportasi yang sebelumnya terputus akibat bencana alam. Jembatan Bailey dengan tipe 3-1 tersebut memiliki panjang 30 meter atau terdiri dari 10 petak, menggunakan material modular bantuan Kementerian Pertahanan (Kemhan) tahun 2026. Infrastruktur ini menghubungkan ruas jalan antar desa di wilayah Kecamatan Julok, yang memiliki peranan vital dalam menunjang mobilitas masyarakat.

Proses pengerjaan jembatan melibatkan personel gabungan dari Zidam Iskandar Muda, Yonif TP 853/Bawar Reje Bur, serta prajurit Kodim 0104/Aceh Timur. Dengan target penyelesaian pada Maret 2026, pembangunan jembatan berhasil dirampungkan tepat waktu dan mencapai progres 100 persen pada 16 Maret 2026.

Kegiatan peresmian yang dimulai sekitar pukul 18.00 WIB berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Sekitar 50 orang hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri dari unsur Muspika Kecamatan Julok, aparat desa, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan kuatnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pasca bencana.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danramil 07/Julok Kapten Inf Syahfari, Kapolsek Julok Iptu A. Kamal, Camat Julok Adnan, S.Ag., Komandan Peleton Zeni Kodam Iskandar Muda Letda Czi Saifullah, Komandan Peleton Yonif TP 853/BRB Letda Dedi Irwansyah, Keuchik Desa Blang Gleum Abdurrahman, serta Pimpinan Dayah Bustanul Mardhiah Tengku Aiyub Usman.

Prosesi peresmian diawali dengan pelaksanaan adat Peusijuk (tepung tawar) terhadap jembatan yang telah selesai dibangun. Ritual adat yang sarat makna ini dipimpin oleh Pimpinan Dayah Bustanul Mardhiah, Tengku Aiyub Usman atau yang akrab disapa Abi Aiyub. Peusijuk tersebut menjadi simbol doa dan harapan agar jembatan yang dibangun dapat memberikan manfaat yang besar, keberkahan, serta keselamatan bagi seluruh masyarakat yang melintas.

Selanjutnya, pada pukul 18.15 WIB, dilaksanakan pemotongan pita oleh unsur Muspika Kecamatan Julok sebagai tanda resmi dibukanya akses jembatan tersebut.

Momentum ini disambut dengan penuh antusias oleh masyarakat, mengingat selama ini mereka sangat membutuhkan sarana penghubung tersebut untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang kembali dipimpin oleh Tengku Aiyub Usman sebagai ungkapan rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan, sekaligus harapan agar jembatan tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang tanpa kendala.

Dalam suasana bulan suci Ramadan, kegiatan ini juga dirangkai dengan buka puasa bersama yang dilaksanakan di Meunasah Dusun Alue Merbo. Kebersamaan antara TNI, unsur Muspika, tokoh agama, dan masyarakat terlihat semakin erat dalam nuansa kekeluargaan yang hangat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat Magrib berjamaah, menambah nilai spiritual dalam momentum peresmian tersebut.

Pembangunan Jembatan Bailey ini merupakan langkah cepat, tanggap, dan nyata dari TNI, khususnya Kodim 0104/Aceh Timur, dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. Sebelumnya, banjir yang melanda wilayah tersebut telah menyebabkan terputusnya akses transportasi, sehingga berdampak pada terhambatnya aktivitas sosial dan perekonomian warga.

Dengan telah difungsikannya jembatan ini, diharapkan mobilitas masyarakat dapat kembali normal, serta aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, jembatan ini juga menjadi sarana vital dalam mendukung distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok masyarakat di wilayah Kecamatan Julok.

Peresmian Jembatan Bailey ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam mengimplementasikan tugas pokoknya, khususnya dalam membantu pemerintah daerah serta mengatasi kesulitan rakyat di wilayah binaan. Kehadiran TNI tidak hanya terbatas pada aspek pertahanan, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan pembangunan wilayah.

Kegiatan peresmian dan Peusijuk Jembatan Bailey tersebut berakhir pada pukul 18.55 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Seluruh rangkaian kegiatan mencerminkan sinergitas yang solid antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun kembali wilayah yang lebih baik pasca bencana.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *