India Diam-Diam Pasok Amunisi ke Ukraina, Bikin Putin Geram

MOSKOW – Amunisi artileri yang diproduksi oleh pabrikan senjata India telah dialihkan oleh pembeli dari Eropa ke Ukraina. Hal ini memicu kemarahan Rusia, karena India dikenal sebagai sekutu dekat Moskow.

Menurut laporan Reuters pada Kamis (19/9/2024), yang mengutip 11 pejabat pemerintah dan industri pertahanan dari India dan Eropa, India tidak melakukan langkah apapun untuk menghentikan pengalihan amunisi yang berasal dari negara Eropa ke Ukraina, meskipun ada protes dari Rusia.

Beberapa sumber di pemerintahan India serta industri pertahanan menyatakan bahwa jumlah amunisi yang dipasok dari India ke Ukraina sangat kecil, diperkirakan kurang dari 1% dari total persenjataan yang diimpor Ukraina sejak perang dimulai.

Namun, laporan tersebut tidak dapat memastikan apakah amunisi itu dijual kembali atau disumbangkan oleh negara Eropa kepada Ukraina. Beberapa negara Eropa yang dilaporkan terlibat dalam pengiriman amunisi India ke Ukraina antara lain Italia dan Republik Ceko. Kedua negara tersebut diketahui memimpin upaya menyediakan peluru artileri kepada Ukraina dari luar Uni Eropa.

Kementerian pertahanan Ukraina, Italia, Spanyol, dan Ceko belum memberikan tanggapan terkait laporan ini.

Pejabat India mengaku memantau perkembangan situasi ini. Namun, eksekutif di sektor industri pertahanan yang memiliki informasi terkait pengalihan amunisi mengatakan bahwa India belum mengambil langkah untuk membatasi ekspor ke Eropa. Berdasarkan informasi dari beberapa sumber dan data bea cukai, pengalihan amunisi untuk mendukung pertahanan Ukraina telah berlangsung selama lebih dari setahun.

Rusia telah membahas isu ini setidaknya dua kali, termasuk dalam pertemuan pada Juli lalu antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan mitranya dari India, menurut tiga pejabat India.

Pada Januari lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, menyatakan bahwa India tidak menjual atau mengirim peluru artileri ke Ukraina dalam konferensi pers.

Hubungan India dan Rusia

India memiliki hubungan yang erat dengan Rusia, yang telah menjadi pemasok senjata utama selama puluhan tahun. Perdana Menteri India, Narendra Modi, juga enggan mengikuti sanksi yang dipimpin oleh Barat terhadap Rusia.

Rusia menyumbang lebih dari 60% impor senjata India, menjadikannya mitra yang sangat penting. Pada bulan Juli lalu, Modi memilih Moskow sebagai tujuan pertama kunjungan internasionalnya sejak terpilih untuk masa jabatan ketiga.

Namun, India, yang selama ini dikenal sebagai importir senjata terbesar di dunia, juga melihat perang yang berkepanjangan di Eropa sebagai peluang untuk mengembangkan sektor ekspor senjatanya, berdasarkan informasi dari enam sumber yang dekat dengan pemikiran pemerintah.

Selain itu, India dan Amerika Serikat, yang merupakan pendukung utama keamanan Ukraina, juga mempererat kerja sama pertahanan dan diplomatik mereka, terutama dalam menghadapi kebangkitan kekuatan China, yang dianggap sebagai saingan utama kedua negara tersebut.

Data Ekspor Senjata India

Menurut data Stockholm International Peace Research Institute, India mengekspor senjata senilai lebih dari US$3 miliar antara tahun 2018 dan 2023.

Menteri Pertahanan India, Rajnath Singh, dalam konferensi 30 Agustus lalu menyatakan bahwa ekspor pertahanan negara itu telah mencapai US$2,5 miliar pada tahun fiskal terakhir. Delhi berharap untuk meningkatkan angka tersebut menjadi US$6 miliar pada tahun 2029.

Data bea cukai yang tersedia menunjukkan bahwa sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, tiga produsen amunisi utama India, yaitu Yantra, Munitions India, dan Kalyani Strategic Systems, hanya mengekspor komponen amunisi senilai US$2,8 juta ke Italia, Republik Ceko, Spanyol, dan Slovenia.

Namun, antara Februari 2022 hingga Juli 2024, nilai ekspor tersebut melonjak hingga mencapai US$135,25 juta, termasuk amunisi yang sudah jadi yang diekspor ke negara-negara tersebut. ***

 

Sumber: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *