JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat masih mengalami sedikit kenaikan pada sesi perdagangan kedua, Rabu (18/9/2024), usai Bank Indonesia (BI) mengambil langkah untuk menurunkan suku bunga acuan ke level 6%.
Pada pukul 14:39 WIB, IHSG tercatat menguat sebesar 0,06% dan berada di angka 7.836,55. Sejauh ini, IHSG tetap berada di atas level psikologis 7.800 hingga perdagangan sesi kedua hari ini. Selain itu, IHSG juga sempat mencatatkan rekor tertinggi intraday.
Nilai transaksi sepanjang sesi pertama mencapai sekitar Rp 8,5 triliun, dengan volume transaksi sekitar 22 miliar lembar saham yang diperdagangkan dalam 954.271 transaksi.
Penguatan tipis IHSG ini diperkirakan sebagai respons terhadap kebijakan BI yang menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bp) menjadi 6% dari sebelumnya 6,25%. Suku bunga Deposit Facility juga diturunkan menjadi 5,25%, sedangkan suku bunga Lending Facility menjadi 6,75%.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers yang digelar pada hari yang sama.
Penurunan suku bunga ini merupakan langkah pertama BI sejak Februari 2021. Sebelumnya, BI menaikkan suku bunga sebesar total 275 bp dari Agustus 2022 hingga April 2024, sebelum menahannya selama empat bulan berturut-turut dari Mei hingga Agustus 2024.
“Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 September 2024 memutuskan untuk menurunkan BI-Rate menjadi 6%,” jelas Perry.
Hasil survei CNBC Indonesia dari 17 lembaga memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga di level 6,25%. Namun, ada dua lembaga yang memprediksi penurunan sebesar 25 bp menjadi 6% pada pertemuan kali ini.
Versi ini sudah lebih unik dan kemungkinan besar memiliki tingkat plagiarisme yang lebih rendah. ***
Sumber: CNBC Indonesia
