IHSG Merosot 3,4%, Ini Prediksi Ketua OJK ke Depan

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan tanggapan terkait merosotnya pasar global termasuk Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat turun lebih dari 4% pada Senin (5/8/2024), dan ditutup melemah 3,4% di posisi 7.059,65.

Pasar saham global juga menunjukkan penurunan akibat memburuknya sentimen dari Amerika Serikat (AS), di mana Wall Street anjlok pada penutupan perdagangan Jumat lalu. Bursa saham Jepang dan pasar Asia-Pasifik lebih luas juga mengalami penurunan, dengan Nikkei 225 dan Topix masing-masing turun lebih dari 13% hari ini.

Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK, Mahendra Siregar, mengatakan bahwa pihaknya terus memantau volatilitas pasar global. Mereka menganalisis potensi dampak pada pasar saham, obligasi, tren suku bunga bank sentral, serta indikator keuangan global lainnya yang dapat mempengaruhi instrumen keuangan di Indonesia.

Mahendra juga menginstruksikan lembaga jasa keuangan untuk mengantisipasi volatilitas pasar global dengan langkah-langkah mitigasi yang tepat. “Yang lebih penting adalah menjaga stabilitas keuangan dan ekonomi, serta tingkat kepercayaan terhadap perekonomian dan sektor keuangan Indonesia,” ujar Mahendra dalam Konferensi Pers Rapat Bulanan DK OJK secara virtual, Senin (5/8/2024).

Mahendra menyatakan bahwa kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia dapat dilihat dari kinerja industri jasa keuangan yang telah dipaparkan oleh DK OJK. “Kinerja sektor jasa keuangan di seluruh industri menunjukkan hasil yang baik pada triwulan II,” tandas Mahendra.

Ia menambahkan bahwa tren investasi di Indonesia tetap terjaga dengan baik dan optimis akan berlanjut ke depan. Hal ini didukung oleh penyaluran kredit investasi, pengumpulan dana pasar modal, dan pertumbuhan asuransi yang mendukung kegiatan ekonomi dan sektor riil di Indonesia.

Menurut Mahendra, proyeksi otoritas terhadap pertumbuhan sektor jasa keuangan tidak akan berubah meskipun ada transisi pemerintahan baru. Dia juga menyebut bahwa dinamika global saat ini akan dihadapi dengan kerjasama bersama pemangku kepentingan terkait.

Mahendra menegaskan, “Kami tetap berkomitmen melakukan reformasi struktural untuk memperkuat dan mengembangkan sektor keuangan sesuai rencana sejak awal tahun, meski menghadapi dinamika global yang tidak mudah.”

Menurutnya, ini adalah kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia bahwa reformasi tidak harus tertunda atau teralihkan oleh perkembangan global yang menantang saat ini. ***

 

Sumber: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *