Hutama Karya Akan Menyelesaikan Tol Trans Sumatera 996 Km pada Oktober

JAKARTA – PT Hutama Karya (Persero) telah membangun jalan tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 800 km hingga Juni 2024 dari total penugasan sepanjang 2.854 km. Direncanakan tahap I dan sebagian tahap II selesai pada tahun 2024.

“Hutama Karya telah membangun sepanjang 800 km dan akan menambah 166 km lagi yang selesai pada Oktober ini, sehingga totalnya menjadi 996 km yang akan beroperasi,” ungkapnya dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI pada Senin (8/7/2024).

Beberapa ruas tol yang telah beroperasi meliputi Medan-Binjai yang sudah diambil alih oleh Indonesia Investment Authority (INA), serta Pekanbaru-Dumai, Palembang-Indralaya, Terbanggi Besar-Kayu Agung, Bakauheni-Terbanggi Besar, Taba Penanjung-Bengkulu, dan Simpang Indralaya-Muara Enim.

Sementara itu, beberapa ruas tol yang sedang dalam tahap konstruksi antara lain Sigli-Banda Aceh, Binjai Langsa Seksi Binjai-Pangkalan Brandan, Kisaran-Indrapura, Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Siantar, Padang Sicincin, dan Pekanbaru-Koto Kampar.

Per 25 Juni 2024, Hutama Karya telah menyelesaikan pembangunan 800 km. Mereka menargetkan sebagian tahap 2 selesai pada tahun 2024 ini. “Tahap 2 sudah mulai dikonstruksi termasuk ruas Tol Junction Bypass Pekanbaru,” tambahnya.

Sebelumnya, PT Hutama Karya (Persero) akan menyelesaikan ruas Tol Palembang-Betung yang merupakan bagian dari Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung). Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto, mengungkapkan bahwa proyek ini membutuhkan total dana sebesar Rp 15,47 triliun.

Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan dana tambahan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) tunai sebesar Rp 1 triliun. Meskipun, sebelumnya mereka juga telah menerima PMN 2024 sebesar Rp 13,42 triliun untuk membantu penyelesaian ruas tol JTTS tersebut.

“Kekurangannya akan dipenuhi dengan pengajuan PMN 2024 periode 2 dari cadangan investasi sebesar Rp 1 triliun,” jelasnya.

Dana PMN sebesar Rp 1 triliun tersebut nantinya akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan dalam melaksanakan penugasan pengusahaan JTTS Palembang-Betung.

Budi menjelaskan lebih lanjut bahwa keberadaan Tol Kapal Betung sangat penting untuk menyelesaikan jalur utama JTTS dari Bakauheni hingga Jambi.

Perusahaan menargetkan ruas tersebut selesai pada Triwulan III tahun 2025.

Menurut kajian yang melibatkan konsultan eksternal, pembangunan ruas jalan tol Palembang-Betung layak secara ekonomi dan akan memberikan dampak multiplier effect, seperti menurunkan biaya logistik, menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar jalan tol, serta meningkatkan pendapatan daerah yang turut membantu pertumbuhan ekonomi nasional. (*)

 

Sumber: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *