INGGRIS – Parlemen Finlandia pada Senin (1/7) menyetujui perjanjian pertahanan yang memungkinkan kehadiran militer Amerika Serikat (AS) dan penyimpanan material pertahanan di negara tersebut, menurut laporan media setempat.
Perjanjian Kerja Sama Pertahanan AS-Finlandia yang disepakati pada Desember lalu memberikan akses Washington ke 15 pangkalan militer Finlandia yang dapat digunakan oleh pasukan pertahanan AS.
Perjanjian ini juga mengizinkan AS membawa peralatan, perlengkapan, material, dan tentara ke Finlandia, seperti yang disampaikan oleh lembaga penyiaran nasional Yle.
Kesepakatan ini menciptakan kerangka kerja bagi aktivitas dan kehadiran AS yang lebih permanen di negara Skandinavia yang berbatasan dengan Rusia tersebut.
Kesepakatan ini juga memungkinkan pembentukan zona militer khusus, yang hanya dapat diakses oleh personel AS.
Selain itu, kerja sama antara kedua negara dalam situasi krisis akan diperkuat.
Kimmo Kiljunen, ketua Komite Urusan Luar Negeri dari partai Sosial Demokrat, memuji pengesahan perjanjian ini sebagai “momen bersejarah” bagi negaranya.
“Tugas dari perjanjian ini, seperti halnya tugas keanggotaan Finlandia di NATO, adalah untuk memperkuat keamanan Finlandia dan rakyat Finlandia,” katanya.
Sebelas negara NATO lainnya, termasuk Swedia, Norwegia, dan Denmark, telah menandatangani perjanjian serupa dengan AS.
Pemungutan suara atas pakta pertahanan Swedia pada 18 Juni didahului oleh perdebatan sengit, dengan sejumlah kritikus memperingatkan bahwa perjanjian itu dapat mengarah pada pengerahan senjata nuklir dan pangkalan militer AS di Swedia.
Namun, di Finlandia, beberapa anggota parlemen mengambil langkah untuk memastikan bahwa perjanjian tersebut menerapkan hukum nasional terhadap senjata nuklir, yang impor dan transitnya dilarang di wilayah Finlandia, menurut pernyataan awal dari pemerintah.
Setelah menyerahkan laporannya tentang perjanjian tersebut pekan lalu, Helsinki menyatakan bahwa pakta tersebut didasarkan pada penghormatan terhadap kedaulatan, undang-undang, dan kewajiban Finlandia berdasarkan hukum internasional.
Finlandia mulai merundingkan kesepakatan dengan Washington setelah mengajukan keanggotaan NATO pada Mei 2022, setelah Rusia memulai perangnya di Ukraina beberapa bulan sebelumnya. (*)
Sumber: Antaranews.com
