Bursa Wall Street Dibuka Menguat Pada Hari Ini

Ekonomi, headline696 Dilihat

JAKARTA – Saham-saham di bursa Amerika Serikat (AS) berhasil menguat kembali pada Selasa (8/10/2024) setelah penurunan di sesi sebelumnya, dengan perhatian utama tertuju pada kenaikan harga minyak serta imbal hasil obligasi.

Indeks Dow Jones Industrial menguat 93 poin, atau naik 0,2%. Sementara itu, S&P 500 serta Nasdaq Composite masing-masing naik 0,5%.

Pada hari Senin (7/10/2024), Dow Jones ditutup turun hampir 400 poin, dan S&P 500 mengalami penurunan sekitar 1%. Saham-saham teknologi mengalami penurunan paling tajam pada hari itu, menyebabkan Nasdaq Composite tertekan hingga 1,2%.

Namun, pada Selasa, beberapa saham teknologi mengalami pemulihan. Saham Nvidia meningkat sekitar 1,6%, dan Super Micro Computer melonjak 3,3%. Saham Wells Fargo juga naik 1% setelah mendapat rekomendasi dari analis.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak di atas US$77 per barel di awal pekan, namun pada Selasa pagi turun sekitar 2% saat para pedagang memantau respons Israel terhadap serangan Iran serta usaha Amerika Serikat untuk meredam konflik lebih lanjut di kawasan tersebut.

Kenaikan imbal hasil obligasi memberikan tekanan tambahan pada pasar awal pekan ini. Khususnya, imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun melampaui 4% pada Senin. Pada Selasa, imbal hasil Treasury 10 tahun sedikit naik menjadi 4,05%, level tertinggi sejak 1 Agustus.

Pasar saham mengalami fluktuasi di awal bulan Oktober karena kekhawatiran investor atas meningkatnya konflik di Timur Tengah. Indeks S&P 500 telah turun lebih dari 1,1% sepanjang Oktober setelah sebelumnya menguat 2% pada bulan September.

Pasar sedikit pulih akhir pekan lalu berkat laporan pekerjaan yang solid. Dow Jones bahkan mencapai rekor penutupan tertinggi sepanjang masa pada Jumat lalu.

Namun, semangat ini mereda pada minggu ini setelah investor menyadari bahwa Bank Sentral AS (The Fed) kemungkinan tidak akan terlalu agresif dalam menurunkan suku bunga, mengingat pasar tenaga kerja yang masih kuat.

“Awalnya, pasar merespons dengan positif terhadap data ekonomi yang kuat,” kata Larry Tentarelli, kepala analis teknikal di Blue Chip Daily Trend Report, merujuk pada laporan pekerjaan.

“Namun sekarang, pasar sedang menyesuaikan diri dengan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi.”

Pada hari Selasa, investor akan mencermati data ekonomi mengenai usaha kecil dan defisit perdagangan.

Selain itu, mereka juga akan mengikuti pidato beberapa pejabat bank sentral, termasuk Presiden Federal Reserve Boston, Susan Collins, dan Presiden Fed Atlanta, Raphael Bostic.

Data inflasi utama melalui Indeks Harga Konsumen untuk bulan September akan diumumkan pada hari Kamis. ***

 

Sumber: CNBC Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *