Anggota DPRK Banda Aceh M. Iqbal, ST: Pemko harus Pastikan Tenaga Keuangan dan Operator Setiap Puskesmas Mampu Bekerja Sesuai Keilmuannya

BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh dari Partai Kebangkitan Bangsa, M. Iqbal, ST, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh memastikan agar seluruh tenaga keuangan dan operator di setiap Puskesmas bekerja secara tangguh dan terpadu.

Maksud dari tangguh yaitu keilmuannya familiar dengan perkembangan teknologi era sekarang dan terpadu berati memiliki kesamaan proses pengentrian data dan format laporan di setiap pukesmas.

Kesemuanya di Karenakan keinginan untuk memastikan kelancaran operasional dan keberhasilan transformasi pelayanan kesehatan di lingkungan Pukesmas, sehingga harus pastikan dulu bagai mana caranya pukesmas mempunyai tim yang kompeten yaitu mulai dari tenaga medis  hingga manejeriàl

Kita sangat ingin melihat tenaga medis melakukan tugas pelayanan secara totalitas di bidangnya pada jam kerja yang telah di tentukan dengan dukungan tenaga adminitrasi di bidang Keuangan dan operator yang handal dalam membuat pembukuan keuangan beserta kebutuhan operasional pukesmas, sehingga kemasan tersebut dapat di manejerial oleh kepala pukesmas dengan tata kelola layaknya perusahaan yang besar.

Anggota DPRK Banda Aceh M. Iqbal, ST: Pemko harus Pastikan Tenaga Keuangan dan Operator Setiap Puskesmas Mampu Bekerja Sesuai Keilmuannya
Anggota Komisi IV DPRK Banda Aceh, M Iqbal, ST mencoba alat pengukur tinggi badan di Puskesmas Kopelma Darussalam dalam kunjungan Komisi IV DPRK, Kamis (8/5/2025). (Foto: Istimewa)

Di sini alur manajemen pukesmas yang menjadi fokus dinas kesehatan kota banda aceh agar spirit pelayanan di pukesmas bisa berkualitas. Sehingga tidak ada lagi namanya tenaga medis menyelesaikan laporan adminitrasi pukesmas beserta laporan  kepegawaian. Begitu juga sebaliknya tenaga adminitrasi menjadi tenaga rekam medik.

Di alur manajemen pukesmas ini kepala pukesmas dan dinas kesehatan kota banda aceh harus segera untuk menyiapkan strategi apa yg harus dilaksanakan dalam reformasi sumberdaya pukesmas ini agar berkualitas. karena apabila ini tidak bisa di selesaikan maka sangat berbahaya dalam rencana status Pukesmas pemerintah menjadi Pukesmas BLUD.

Selain itu juga meningkatkan kapasitas dan kuakitas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pernyataan ini disampaikan M. Iqbal menyikapi pentingnya peran tenaga pendukung nonmedis dalam kelancaran operasional pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut.

Anggota DPRK Banda Aceh M. Iqbal, ST: Pemko harus Pastikan Tenaga Keuangan dan Operator Setiap Puskesmas Mampu Bekerja Sesuai Keilmuannya
Petugas puskesmas saat mengukur tekanan darah Anggota Komisi IV DPRK Banda Aceh, M. Iqbal, ST dalam kunjungan Komisi IV DPRK ke Puskesmas Kopelma Darussalam Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh, Kamis (8/5/2025). (Foto: istimewa)

“Sangat penting untuk memastikannya, agar pelayanan operasional puskesmas berjalan lancar. Dan ini tidak hanya untuk pelayanan eksternal kepada masyarakat, tetapi juga di internal setiap puskesmas sendiri, juga penting,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu di Banda Aceh, Jumat (16/5/2025)

Menurutnya, selain tenaga medis, keberadaan tenaga keuangan dan operator juga sangat krusial dalam memastikan sistem manajemen dan administrasi berjalan efektif dan efisien.

“Kita ingin memastikan bahwa pelayanan di Puskesmas tidak hanya berjalan baik dari sisi medis, tapi juga dari sisi administrasi, pelaporan, dan pengelolaan keuangan. Untuk itu, Pemko harus memberi perhatian serius terhadap kinerja tenaga keuangan dan operator,” ujar Iqbal.

Iqbal menekankan, koordinasi yang terpadu antara berbagai elemen di Puskesmas sangat diperlukan demi mencapai pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Ia juga meminta agar Pemko terus melakukan evaluasi terhadap sistem kerja dan ketersediaan sumber daya manusia di Puskesmas.

“Jika perlu, dilakukan pelatihan dan pendampingan agar SDM nonmedis juga memiliki kapasitas yang mumpuni dalam mendukung pelayanan,” tambahnya.

Iqbal berharap, dengan sistem kerja yang terkoordinasi dan terpadu antara tenaga medis dan nonmedis, Puskesmas di Banda Aceh bisa menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan yang berkualitas dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (br)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *