GAYA HIDUP – Seorang dokter spesialis penyakit dalam dengan sub-spesialisasi kardiovaskular dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, Dr. dr. Ika Prasetya Wijaya Sp.PD KKV, menekankan pentingnya melakukan aktivitas fisik secara rutin untuk menjaga kesehatan jantung.
Dalam sebuah diskusi kesehatan yang diadakan secara daring pada hari Senin, Dr. Ika menyatakan bahwa kurangnya aktivitas fisik adalah salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko penyakit jantung.
“Kita seringkali kurang bergerak. Jadi, ketika kita sudah merasa sakit, kondisinya sudah parah karena tidak pernah melakukan aktivitas fisik. Ketika sakit jantung ditemukan, kondisi sudah berat,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut.
Dr. Ika menjelaskan bahwa gejala gangguan fungsi jantung sebenarnya dapat terdeteksi saat seseorang melakukan aktivitas rutin, seperti mengalami nyeri dada atau mudah lelah ketika menaiki tangga.
“Biasanya, jika kemampuan naik tangga menurun atau harus berhenti untuk istirahat karena kelelahan, itu bisa menunjukkan adanya masalah pada fungsi jantung. Nyeri dada juga bisa menunjukkan adanya penyempitan di pembuluh darah koroner,” jelasnya.
Menurut Dr. Ika, penyakit jantung bisa dicegah dengan rutin melakukan aktivitas fisik sejak usia muda, seperti membiasakan diri naik turun tangga atau berjalan kaki sejauh 500 meter hingga satu kilometer pulang pergi.
Jenis olahraga yang disarankan untuk melatih otot jantung termasuk jalan cepat selama setengah hingga satu jam sejauh tiga kilometer, lari pagi sejauh enam kilometer, dan berenang sesuai kemampuan sejauh satu hingga tiga kilometer empat hingga lima kali per minggu, dengan jeda dua hingga tiga hari untuk olahraga ringan seperti senam ringan dan angkat beban.
“Jika sejak muda sudah melakukan aktivitas-aktivitas tersebut, kondisi otot akan tetap kuat seiring bertambahnya usia,” tambahnya.
Dr. Ika juga mengingatkan bahwa massa otot akan berkurang dan digantikan oleh lemak jika jarang melakukan aktivitas fisik.
Orang-orang yang menderita penyakit seperti diabetes dan hipertensi serta tidak terbiasa melakukan aktivitas fisik, disarankan untuk segera mengadopsi gaya hidup sehat dan menyisihkan waktu untuk berolahraga agar gangguan fungsi jantung bisa dideteksi sejak dini. (*)
Sumber: Antaranews.com
