‘Aisyiyah Aceh Siap Bersinergi dengan Pemerintah untuk Membangun Pendidikan Aceh

KOTA LANGSA – Ketua Pimpinan Wilayah (PW) ‘Aisyiyah Aceh, Hj. Ashraf, SP, M.Si, menyatakan kesiapan organisasinya untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Aceh dalam memajukan sektor pendidikan.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri acara Halal Bihalal, Pengukuhan Pimpinan Daerah (PD) ‘Aisyiyah Kota Langsa yang berlangsung di Aula Utama Laboratorium IPA SMA Muhammadiyah Langsa, Sabtu, 19 April 2025.

Saat ini, PW ‘Aisyiyah Aceh membina 99 satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ‘Aisyiyah Bustanul Athfal, ditambah 1 Sekolah Dasar, 1 Sekolah Menengah Pertama Tahfidz Putri, serta 2 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar di seluruh provinsi Aceh.

Dalam dialog bersama peserta kegiatan, Hj. Ashraf menekankan pentingnya peran Pemerintah Aceh dalam menjaga kekhususan Aceh di bidang Keislaman, Pendidikan, dan Adat Istiadat.

Ia mendorong agar amanah Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) dapat diwujudkan melalui penguatan pondasi Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap pemerintah yang baru dapat memberi perhatian serius terhadap pemberdayaan ekonomi, terutama perempuan, agar mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga demi terwujudnya kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hj. Ashraf menyampaikan bahwa ‘Aisyiyah Aceh telah memiliki sumber daya manusia yang unggul, banyak di antaranya merupakan putri asli Aceh yang telah meraih gelar profesor dan doktor.

Mereka siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyusun program pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan dan berpihak pada kemajuan Aceh.

Ia juga menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda Aceh. Anak-anak Aceh harus dididik dengan akhlak mulia berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis. Pendidikan yang diterapkan harus holistik, terintegrasi, dan memiliki standar mutu di atas rata-rata nasional.

“Sesuai dengan amanat UUPA, setiap anak Aceh berhak mendapatkan pendidikan yang islami dan berkualitas. Oleh karena itu, pembenahan sektor pendidikan harus menjadi agenda prioritas pemerintah saat ini,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *