Indonesia Usung Ekonomi Biru Sebagai Solusi Kesejahteraan di Forum HLF MSP

JAKARTA – Indonesia berencana mengajukan konsep ekonomi biru sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam Forum Tingkat Tinggi Kemitraan Multipihak (High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships/HLF MSP) tahun 2024.

“Sebagai negara maritim yang kaya akan sumber daya laut, Indonesia memandang pentingnya pemanfaatan sumber daya ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Deputi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Kementerian PPN/Bappenas, Bogat Widyatmoko, setelah konferensi pers di Badung, Bali, pada hari Minggu.

Konsep ekonomi biru telah dikembangkan oleh Bappenas melalui Peta Jalan Ekonomi Biru Indonesia (Indonesia Blue Economy Roadmap) 2023-2045.

Bogat menjelaskan bahwa konsep ekonomi biru yang diusung Indonesia telah menjadi referensi bagi negara-negara ASEAN dan mendapat perhatian dari Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Di sisi lain, negara-negara di dunia tengah menghadapi tantangan kesejahteraan dan keberlanjutan yang seharusnya menjadi fokus dalam pembangunan global. Bogat menambahkan bahwa penggunaan sumber daya ekonomi yang tidak terkendali justru memicu terjadinya krisis.

Dalam kerangka tersebut, Indonesia menawarkan ekonomi biru sebagai solusi untuk mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, menyampaikan bahwa ekonomi biru dapat menjadi mesin baru bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Implementasi ekonomi biru diharapkan mampu mendorong berbagai sektor industri, khususnya di bidang kelautan.

Melalui Blue Economy Roadmap, Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kontribusi sektor maritim terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dari 7,6 persen menjadi 15 persen pada tahun 2045.

Suharso juga menegaskan bahwa Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menerapkan ekonomi biru dan mencapai target 10 persen kawasan perlindungan laut (Marine Protected Areas/MPA) pada tahun 2030.

Selain itu, ekonomi biru diyakini mampu menciptakan 12 juta lapangan kerja baru pada tahun 2030, baik dari pengembangan industri yang sudah ada maupun dari industri-industri baru yang akan muncul seiring dengan implementasi ekonomi biru. ***

 

Sumber: Antaranews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *