JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah di tengah penantian pelaku pasar atas pidato ketua bank sentral AS (The Fed), Jerome Powell, yang dijadwalkan malam ini.
Menurut data dari Refinitiv, rupiah ditutup melemah sebesar 0,43% ke level Rp16.390/US$ pada hari ini, Selasa (2/7/2024). Pelemahan ini mengakhiri tren penguatan yang telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
Indeks DXY juga mengalami kenaikan sebesar 0,07% ke angka 105,97 pada pukul 15:58 WIB, lebih tinggi dibandingkan posisi kemarin (1/7/2024) yang berada di angka 105,9.
Para pelaku pasar menanti pidato Jerome Powell dalam acara Diskusi Panel Kebijakan yang diselenggarakan oleh Forum Bank Sentral Eropa (ECB) di Sintra, Portugal, terkait Perbankan Sentral 2024.
Penting untuk diperhatikan bagaimana komentar Powell mengenai kondisi ekonomi global saat ini dan prospek kebijakan moneter The Fed ke depan, terutama menjelang pemilu AS pada semester II/2024.
Investor juga menunggu rilis risalah pertemuan The Fed atau FOMC Minutes, yang diharapkan memberikan gambaran tentang kondisi ekonomi dan kebijakan moneter bank sentral AS ke depan.
Kekhawatiran pelaku pasar terhadap pernyataan The Fed ini menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah. Terutama karena The Fed masih belum memberikan indikasi akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Selama suku bunga belum diturunkan, tekanan terhadap nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan terus berlanjut. (*)
Sumber: CNBC Indonesia
