Keramaian di Pelabuhan Ulee Lheue dan Museum Tsunami Banda Aceh, Situasi Tetap Aman dan Terkendali

BANDA ACEH – Libur panjang Idulfitri 1446 Hijriah membawa dampak signifikan terhadap meningkatnya aktivitas warga di sejumlah titik strategis, seperti Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue dan Museum Tsunami Banda Aceh.

Kedua lokasi tersebut terlihat dipadati masyarakat, baik yang hendak bepergian ke Pulau Weh Sabang maupun yang datang untuk berwisata.

Sebagai pintu masuk utama ke kawasan kepulauan, Pelabuhan Ulee Lheue dipenuhi kendaraan dan penumpang. Sementara itu, Museum Tsunami menjadi destinasi favorit wisatawan, baik dari Aceh sendiri maupun luar daerah.

Meskipun aktivitas masyarakat cukup tinggi, situasi keamanan dan ketertiban umum tetap dalam kondisi terkendali.

Hal ini tidak lepas dari peran aktif aparat kepolisian, khususnya personel gabungan dalam Satuan Tugas Operasi Ketupat Seulawah 2025, yang siaga melaksanakan tugas pengamanan dan pelayanan publik.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, menjelaskan bahwa pengawasan di titik-titik vital seperti pelabuhan dan objek wisata merupakan fokus utama dari Operasi Ketupat Seulawah tahun ini.

“Tujuan kami adalah menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di tengah keramaian. Kami bersama instansi terkait akan terus menjaga situasi agar tetap kondusif,” ujar Joko, Sabtu (5/4/2025).

Joko juga mengingatkan masyarakat, terutama para pengguna jasa pelabuhan serta pengunjung museum, agar selalu memperhatikan keselamatan pribadi, menjaga barang bawaan, dan mematuhi instruksi petugas di lokasi.

Dengan dukungan pengamanan yang maksimal, diharapkan masyarakat dapat menjalankan aktivitas di Pelabuhan Ulee Lheue dan Museum Tsunami secara aman, tertib, dan tanpa kekhawatiran terhadap potensi gangguan keamanan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *