BANDA ACEH – Menjelang bulan suci Ramadhan 1446 H, Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, M Iqbal, ST meminta Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh untuk mengambil langkah konkret dalam mengendalikan harga sembako.
Permintaan ini disampaikan menyusul laporan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok yang dikhawatirkan membebani masyarakat.
M Iqbal menegaskan bahwa kenaikan harga bahan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula, dan daging, berpotensi memberatkan masyarakat, terutama bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Ia berharap Pemko Banda Aceh dapat bekerja sama dengan instansi terkait untuk mengantisipasi lonjakan harga yang sering terjadi menjelang bulan puasa.
“Kami meminta Pemko Banda Aceh segera turun tangan dan melakukan upaya pengendalian harga, baik melalui operasi pasar maupun pengawasan distribusi agar tidak terjadi penimbunan yang dapat memperburuk situasi,” ujar M Iqbal, Rabu (14/2/2025).
Selain itu, ia juga mendorong Pemko Banda Aceh untuk berkoordinasi dengan pedagang dan distributor guna memastikan pasokan barang tetap stabil dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Langkah-langkah ini dinilai penting agar warga dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa terbebani oleh lonjakan harga kebutuhan pokok.
Masyarakat Banda Aceh sendiri mulai mengeluhkan kenaikan harga beberapa komoditas di pasar tradisional. Beberapa pedagang menyebut lonjakan harga ini terjadi akibat meningkatnya permintaan serta faktor distribusi.
Dengan adanya desakan dari DPRK Banda Aceh, diharapkan Pemko Banda Aceh segera mengambil langkah nyata untuk menstabilkan harga dan menjamin ketersediaan sembako bagi masyarakat selama bulan Ramadhan.
Pantauan media ini, Jumat (14/2/2025), sejumlah harga sembako mulai merangkak naik. Seperti harga cabe merah pekan lalu berkisar di harga Rp. 50 ribu/kg, naik menjadi 60 ribu/kg. Bawang merah dua pekan lalu, Rp. 40 ribu/kg, naik menjadi Rp. 45 ribu/kg.
Minyak goreng curah, dari sebelumnya Rp. 18 ribu/kg, naik menjadi Rp. 20 ribu/kg. Gula Pasir, dari sebelumnya Rp. 18 ribu/kg, naik menjadi Rp. 20 ribu/kg.
Telur ayam ukuran kecil dari Rp. 50 ribu/papan isi 30 butir, menjadi Rp. 55 ribu/papan. Telur ayam ukuran besar dari Rp. 62 ribu/papan menjadi Rp. 65 ribu/papan. Kelapa tua, sebelumnya Rp. 5 ribu/butir kini melonjak jadi Rp. 8 ribu/butir.
“Harga sedikit naik, karena persediaan menipis. Tapi, permintaan meningkat. Jadi, kami pedagang ini pun, membeli barang dengan harga yang sedikit naik. Kalua kami jual seperti harga sebelumnya, kami bisa rugi,” ungkap seorang pedagang Sembako di Banda Aceh, Nasrul.
Seorang warga, juga mengeluhkan kenaikan harga menjelang bulan puasa ini dan meminta adanya Solusi dari pemerintah.
“Saya membeli dua minggu lalu, masih stabil. Tetapi dalam beberapa hari ini mulai terasa kenaikan harga barang kebutuhan pokok. Mudah-mudahan ada kebijakan pemerintak untuk meringankan beban masyarakat, khususnya di kota banda aceh,” kata seorang warga kota Banda Aceh, Novita. (R/CR)
