Ust Surianto Sudirman Tuntun Seorang Warga Masuk Islam di Aceh Barat

Daerah, headline112 Dilihat

ACEH BARAT – Ustadz H. Surianto Sudirman, Lc., M.A., Imam Chiek Masjid An-Nur, Simpang 4 Rundeng sekaligus Pimpinan Dayah Terpadu Nurul Ikhwah Nagan Raya menuntun salah seorang warga Aceh Barat yang sebelumnya beragama Hindu.

Ia adalah Kadek Dwi Indah Novitayani Sukarata, yang berasal dari Bali, untuk masuk Islam di masjid An-Nur, Simpang 4 Rundeng, Meulaboh, Aceh Barat (5/11/2023).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini juga dihadiri oleh Keuchik Gampong Drien Rampak Ir. Said Hamidi, Kepala KUA Johan Pahlawan Marhajadwal, S.Ag., MA., Anggota MPU Aceh Barat sekaligus Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Aceh Barat Tgk. H. drh. Cut Usman.

Ketua BKM Masjid An-Nur Simpang 4 Rundeng yang juga Ketua Majelis Pendidikan Daerah Aceh Barat Mahrizal, S.E., M.Si. dan Kepala Dinas Sosial Aceh Barat Marwandi, SE.

Di awal prosesi, Ustadz Surianto memberikan tausiyah kepada Opik (nama panggilan Kadek Dwi) bahwa ada tiga prinsip yang harus dipahami sebelum seseorang berikrar syahadat; tidak adanya paksaan dalam memeluk suatu agama (QS. Al-Baqarah: 256).

Tetap berkewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua walaupun beda keyakinan (QS. Luqman: 15) dan yang terakhir syahadat menuntut seorang muslim dan muslimah untuk taat dan melaksanakan segenap kewajiban berupa ibadah wajib seperti shalat, puasa, zakat dan haji jika mampu, yang kelima hal ini merupakan pondasi utama di dalam Islam.

Prosesi ikrar syahadat yang berlangsung dengan suasana haru ini dibimbing langsung oleh Ust. Surianto, disaksikan oleh dua orang saksi yaitu Tgk. Cut Usman dan Ir. Said Hamidi, kemudian ditutup dengan doa yang juga dipimpin oleh Ust. Surianto.

Gemuruh takbir menggema menyambut keislaman Opik yang resmi memiliki nama hijrah yaitu Aisyah. Aisyah sempat beberapa kali menangis haru saat ikrar syahadat.

“Untuk perasaannya pasti bahagia dan ke depannya semoga bisa menjalani ketentuan-ketentuan Islam dengan baik,” tutur Aisyah.

“Alhamdulillah kini setelah Islamnya Aisyah, maka bertambah pula saudara seiman kita, dan menjadi kewajiban kita untuk senantiasa menuntun dan membimbing Aisyah dalam berislam agar tetap istiqamah dan konsisten.” tutup Ustadz Surianto. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *