Kiat Konsumsi Daging Kambing bagi Penderita Hipertensi

Gaya Hidup, headline29 Dilihat

JAKARTA – Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Faisal Parlindungan, Sp.PD-KR, menyatakan bahwa penderita hipertensi masih dapat mengonsumsi daging kambing, namun dalam jumlah yang lebih terbatas dan dengan kehati-hatian yang lebih tinggi.

Dalam wawancara dengan ANTARA, Faisal menyarankan untuk membatasi konsumsi daging kambing tidak lebih dari 50 gram per hari dan memilih bagian yang lebih rendah lemak.

“Bagian paha daging kambing lebih rendah lemak dan purin dibandingkan bagian lain,” ujar Faisal.

Menurut Faisal, konsumsi daging berlebih dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) yang menumpuk di pembuluh darah dan membentuk plak, menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Hal ini membuat jantung bekerja lebih keras, yang akhirnya meningkatkan tekanan darah.

Purin dalam daging merah dapat diubah menjadi asam urat di dalam tubuh, yang jika berlebihan dapat menyebabkan hiperurisemia, yang merupakan faktor risiko hipertensi.

Faisal juga menyarankan untuk mengolah daging kambing dengan cara yang lebih sehat, misalnya dengan menghindari metode menggoreng.

“Hindari menggoreng daging kambing. Gunakan metode memasak yang lebih sehat, seperti merebus, menumis, atau membakar,” jelas Faisal.

Penggunaan garam berlebihan dalam memasak daging kambing juga mempengaruhi risiko hipertensi. Garam meningkatkan kadar natrium dalam daging, yang dapat menyebabkan retensi air dalam tubuh dan meningkatkan aliran darah di pembuluh arteri.

Saat mengonsumsi daging kambing, disarankan untuk memperbanyak sayur dan buah untuk membantu menyeimbangkan kadar purin dan kolesterol dalam tubuh.

Setelah mengonsumsi daging kambing, terutama saat Idul Adha, selalu pantau tekanan darah secara rutin dan konsultasikan dengan dokter jika tekanan darah meningkat. (*)

 

Sumber: Antaranews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *