Ketua PMI Kota Banda Aceh Desak Israel dan Palestina Akhiri Peperangan

Daerah, headline95 Dilihat

BANDA ACEH – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh, Ahmad Haeqal Asri mendesak Israel dan Palestina untuk segera mengakhiri kekerasan yang membahayakan warga sipil.

Haeqal turut bersuara karena melihat banyak warga sipil, terutama anak-anak dan perempuan turut menjadi korban atas pertikaian kedua belah pihak.

“Kami mendesak para pihak untuk menghormati kewajiban mereka berdasarkan hukum humaniter internasional dan mengambil setiap langkah yang dapat ditempuh untuk mengakhiri bahaya bagi warga sipil di Palestina,” kata Ahmad Haeqal kepada wartawan di Banda Aceh pada 17 Oktober 2023.

Haeqal mengatakan, warga sipil kerap menanggung dampak terburuk akibat kekerasan selama konflik. Karenanya ia meminta semua pihak untuk menahan diri dan melindungi nyawa serta harta benda warga sipil.

Lanjut Haeqal, Konvensi Jenewa melarang kedua belah pihak yang bertikai untuk membunuh warga sipil dan warga sipil harus diperlakukan secara baik, selain mengharuskan mereka yang terluka dan sakit untuk juga segera dirawat.

“Orang-orang yang ditahan harus diperlakukan secara manusiawi dan bermartabat. Penyanderaan dilarang berdasarkan hukum humaniter internasional dan sandera harus segera dibebaskan dengan selamat,” tambah Haeqal.

Haeqal juga mengatakan bahwa infrastruktur penting untuk hidup masyarakat, termasuk jaringan listrik dan air, tidak boleh menjadi sasaran serangan.

Dari amatannya, terlihat banyak infrastruktur fundamental hancur akibat serangan-serangan kedua belah pihak yang berperang.

Haeqal mendesak Palestina dan Israel memastikan warga sipil mendapatkan akses untuk kebutuhan dasar, termasuk air bersih, makanan, dan perawatan medis.

Ia berharap, konflik antara Palentina dan Israel segera mereda dan kedua belah pihak melakukan gencatan senjata.

Seperti diketahui selama beberapa hari terakhir konflik antara Palestina dan Israel kembali memanas yang menyebabkan pengeboman besar-besaran ke wilayah Palestina oleh Israel kembali terjadi.

Insiden ini telah menewaskan sedikitnya 1.350 orang dan melukai lebih dari 6.000 orang. Aksi penyerangan Israel ini mendapatkan kecaman keras dari berbagai pihak. (CR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *